“Setiap orang menerima bantuan modal hanya Rp 500 ribu. Namun kami berharap ini bisa menjadi tambahan modal dan memutus mata rantai rentenir yang sangat merajalela di masyarakat,” jelas Fifi.
Ketua kelompok disabilitas yang menerima bantuan modal usaha, Nurhasanah mengaku, cukup senang mendapatkan bantuan modal usaha dari Baznas, selama ini dia mengaku dengan teman-temannya terpaksa meminjam modal untuk menjalankan usahanya.
“ Saya berharap, jika usahanya maju, maka akan mendorong kelompoknya untuk menyisihkan hasilnya di infaqkan, dan akan mendorong kelompok untuk menjadi muzaki ke depannya.” pungkasnya.
(upi/d)





