SUKABUMI — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi menargetkan perolehan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 8,8 miliar pada tahun 2025. Target ini, dicanangkan seiring meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat serta semangat berbagi melalui infak dan sedekah.
Kepala Baznas Kota Sukabumi, Miftah Amir menjelaskan, hingga Ramadan lalu, Baznas telah berhasil menghimpun sekitar Rp 4 miliar ZIS. “Sisanya akan dikejar hingga akhir tahun, dan kami yakin bisa tercapai,” kata Miftah kepada Radar Dukabumi, Kamis (15/5).
Miftah optimistis, taget yang sudah ditetapkan pada tahun ini dapat terealisasi 100 persen karena tahun sebelumnya perolehan ZIS menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Adapun, untuk merealisasikan target tersebut, Baznas Kota Sukabumi memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui Unit Pelayanan Zakat (UPZ) yang tersebar di 420 masjid dan 80 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Dengan mengoptimalkan peran UPZ, kami berharap pengumpulan ZIS bisa lebih maksimal,” paparnya.
Selain itu, Baznas juga mengembangkan program baru bertajuk Lembur Zakat, yang akan difokuskan pada satu hingga dua kelurahan sebagai proyek percontohan. “Jika program ini sukses, akan kami implementasikan ke seluruh kelurahan di Kota Sukabumi. Program ini bertujuan mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat hingga ke tingkat paling bawah,” tuturnya.
Baznas juga terus memperluas komunikasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berzakat. “Kami titip pesan melalui berbagai sumber, baik tokoh masyarakat maupun media sosial, agar zakat ini tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga budaya,” cetusnya.
Miftah berharap, dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah terus menguat, agar ZIS di Kota Sukabumi tidak hanya sekadar angka, tetapi mampu memberikan dampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. “Semoga dengan berbagai upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil maksimal,” tukasnya. (Bam)






