KOTA SUKABUMI

Banjir Limpasan di Kota Sukabumi Telan Kerugian Rp552 Juta

×

Banjir Limpasan di Kota Sukabumi Telan Kerugian Rp552 Juta

Sebarkan artikel ini
Banjir Limpasan Kota Sukabumi
Sejumlah petugas BPBD Kota Sukabumi saat melakukan evakuasi bencana alam

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, menyebutkan terdapat penambahan kerusakan bangunan akibat banjir limpasan yang terjadi pada 5 November 2024. Bahkan, menelan kerugian cukup pantastis yakni, mencapai Rp552.520.000.

Kalak BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik menjelaskan, dari jumlah total kerugian akibat bencana tersebut rinciannya yaitu, Rp14.200.000 Kecamatan Cikole, Rp100.500.000 Kecamatan Gunungpuyuh, Rp69.000.000 Kecamatan Baros, Rp131.250.000 Kecamatan Cibeureum dan Rp237.570.000 Kecamatan Citamiang. “Apabila melihat dari data yang ada, kerugian terbesar berada di Kecamatan Citamiang yang mencapai Rp237.570.000,” jelas Novian kepada Radar Sukabumi, Selasa (12/11).

Bank bjb Tandamata

Adapun, lanjut Novian, terdapat 20 rumah yang mengalami kerusakan mulai rusak sedang hingga rusak berat dan mengakibatkan 36 Kepala Keluarga (KK) dengan 113 jiwa terdampak.

“Dari puluhan rumah yang rusak ini diantaranya, 1 Kecamatan Cikole, 3 Kecamatan Gunungpuyuh, 1 Kecamatan Baros, 3 Kecamatan Cibeureum, 12 Kecamatan Citamiang,” paparnya.

Novian menerangkan, hingga saat ini masih terdapat tiga KK dengan enam jiwa di RT7/RW2 Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang yang masih mengungsi di majelis terdekat.

“Karena rumahnya masih dalam perbaikan sehingga tiga KK masih mengungsi di majelis. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk memastikan kodisi para korban terdampak bencana ini,” terangnya.

Sejauh ini, sambung Novian, BPBD selain membantu evakuasi juga sudah mengucurkan bantuan logistik untuk kebutuhan dasar para korban bencana seperti, sambako, selimut dan jenis bantuan lainnya. “Ya, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap untuk membantu meringankan beban warga terdampak,” paparnya.

Novian menghimbau, memasuki musim hujan khususnya cuaca ekstrim warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seperti, longsor, banjir, pohon tumbang dan jenis bencana lainnya. “Kami minta agar warga tetap waspada mengingat cuaca ekstrim kerap melanda baru-baru ini,” pungkasnya. (Bam)