KOTA SUKABUMI

98 Kasus Kebakaran di Kota Sukabumi Telan Kerugian Rp2,6 Miliar

×

98 Kasus Kebakaran di Kota Sukabumi Telan Kerugian Rp2,6 Miliar

Sebarkan artikel ini
Kebakaran-Kota-Sukabumi

SUKABUMI – Kasus kebakaran di Kota Sukabumi, masih tinggi. Bagai mana tidak, terhitung Januari hingga Desember 2023 terdapat sebanyak 98 kasus kebakaran. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Dinas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi menjelaskan, terdapat beberapa faktor penyebab kebakaran yang mencapai angka sedemikian tinggi.

Bank bjb Tandamata

Dari total 98 kasus kebakaran tersebut, 20 diantaranya disebabkan oleh korsleting arus listrik, 8 kasus dipicu oleh kebocoran gas, 55 kasus merupakan akibat kelalaian manusia, dan 15 kasus sisanya dikategorikan dalam penyebab lainnya.

“Kami mengamati bahwa sebagian besar kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia, seperti membiarkan alat elektronik menyala dalam waktu yang lama atau meninggalkan bahan yang mudah terbakar di dekat sumber panas,” kata Ujang kepada Radar Sukabumi, Minggu (7/1).

Selain itu, Ujang mengungkapkan besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp2.673.000.000. Guna mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Kota Sukabumi telah melakukan berbagai langkah preventif dan represif.

Satpol PP melakukan peninjauan secara rutin terhadap bangunan dan tempat-tempat umum guna memastikan kesiapan dalam menghadapi kebakaran.

“Selain itu, upaya sosialisasi dan edukasi juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran dan cara penanggulangannya,” bebernya.

Dalam kondisi saat ini, kerja sama dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran di Kota Sukabumi.

“Warga harud berhati-hati dalam menggunakan sumber daya listrik, menghindari kelalaian yang bisa menyebabkan kebakaran, dan selalu waspada terhadap potensi bahaya yang ada di sekitar,” paparnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan jumlah kasus kebakaran dapat berkurang. “Kami akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan kebakaran,” pungkansya. (Bam)