167 Bencana Alam di Kota Sukabumi Telan Kerugian Rp2,3 Miliar

Bencana Alam Kota Sukabumi
Sejumlah petugas BPBD Kota Sukabumi saat melakukan penanganan bencana alam di wilayah kerjanya, Minggu (12/5).

SUKABUMI – Angka bencana alam di Kota Sukabumi, masih tinggi. Terbukti, dari data yang tercatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sepanjang Januari hingga April 2024 terdapat sebanyak 167 kejadian bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat menjelaskan, dari hasil rekapitulasi dampak bencana selain mengakibatkan dua orang meninggal, juga terdapat dua warga mengalami luka ringan dan empat orang mengungsi.

Bacaan Lainnya

“Adapun, jumlah warga yang terdampak bencana sebanyak 280 kepala keluarga atau 287 jiwa. Sementara untuk jumlah bangunan rusak tercatat ada 385 unit dengan rincian 32 unit rusak berat, 97 unit rusak sedang, dan 256 unit rusak ringan,” jelas Novian kepada wartawan, Minggu (12/5).

Ia menerangkan, dari 167 kejadian bencana itu, paling tinggi terjadi pada April sebanyak 72 kejadian, Januari 36 kejadian, Februari 18 kejadian, dan untuk Maret sebanyak 39 kejadian dengan total kerugian mencapai Rp2,3 miliar.

“Ya, jika melihat dari data yang ada paling tinggi terjadi pada April yang jumlahnya mencapai 72 kejadian bencana,” terangnya.

Sementara, sambung Novian, bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian bencana seperti pada April, cuaca ekstrem sebanyak 28 kejadian, tanah longsor sebanyak 16 kejadian, banjir 15 kejadian, angin puting beliung dan gempa bumi masing-masing lima kejadian, dan kebakaran tiga kejadian.

“Seluruh kejadian bencana sudah ditangani dengan menggandeng seluruh instansi terkait, kemudian bantuan darurat seperti paket sembako sudah disalurkan kepada penyintas bencana,” ucapnya.

Novian memprediksi, pada Mei bencana masih akan didominasi bencana hidrometerologi seperti cuaca ekstrem, angin puting beliung, banjir dan longsor.

Sebab itu, warga pun diimbau untuk mewaspadai terjadinya bencana kebakaran baik permukiman maupun lahan, karena dalam beberapa hari terakhir wilayah Kota Sukabumi sempat tidak turun hujan. “Kami tidak hentinya mengingatkan warga agar tetap waspada dengan potensi bencana yang dapat terjadi,” tukasnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *