SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Sebanyak 11 perusahaan melakukan pendaftaran proses Pemilihan Mitra Kerjasama Pemanfaatan ( KSP) pengelolaan parkir tepi jalan umum Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Dari 11 perusahaan, baru 1 perusahaan yang memasukan dokumen pendaftaran.
“Saat ini masih berproses pendaftaran dan pemasukan dokumen, direncanakan berakahir pada 14 Agustus 2020,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Badan Hukum Mitra Pemanfaatan KSP Pengelolaan Parkir Tepi Jalan di Kota Sukabumi, Novian Restiadi kepada Radar Sukabumi Senin, (10/8).
Dalam tahapan pemilihan mitra KSP parkir ini kata Novian melalui proses tender pra kualifikasi yang dibagi dua tahap yakni, evaluasi kualifikasi dan tahap pemilihan.
“Dalam kualifikasi nanti kita nilai dan yang lulus kita sampaikan, lalu selanjutnya menuju tahapan pemilihan, yakni proses teknis dan penawaran,” jelasnya.
Dikatakannya, di sela – sela pendaftaran dan penyerahan dokumen , panitia telah menjelaskan pekerjaaan yang akan dilakukan oleh pihak ketiga atau aanwijzing pada 30 Juli lalu.
Lanjut Novian, ditargetkan sesuai dengan jadwal, panitia pemilihan bisa menghasilkan pemenang di akhir September. Nanti setelah ada pemenang dilaporkan ke Sekda Kota Sukabumi. ” Kita hanya sampai tahap pemenang pemilihan mitra kerjasama, nanti ditindaklanjuti oleh TKKSD,” katanya.
Harapan Novian, dengan adanya kerjasama dengan pihak ketiga ini, peningkatan pelayanan pengelolaan parkir di 50 titik bisa lebih baik lagi. Apalagi dalam Kerangka acuan Kerja ( KAK) ,pihak perusahaan harus menggunakan teknologi di beberapa ruas parkir.
” Sehingga nanti ada parkir yang menggunakan pembayaran non tunai dan itu sudah masuk dalam KAK,” ungkapnya.
Untuk potensi pendapatan daerah lanjut Novian yang kini menjabat Sekdis Dishub tentunya terdapat perbedaan pengelolaan, ketika dikelola oleh Pemkot yakni Dishub dan pihak ketiga. Kalau Pemkot tidak berfokus kepada keuntungan , tidak menghitung sewa kantor, pegawai dan lainnya, berbeda dengan pihak ketiga.
” Pihak ketiga harus mengeluarkan pengeluaran seperti itu, belum lagi investasi alat teknologi. Tentunya sisi pendapatan akan berkurang tapi tidak terlalu kurang, diseimbangkan,”pungkasnya. (Bal/rs)





