RS Betha Medika

Waspadai Katarak

RADARSUKABUMI.com – Masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat Indonesia salah satunya adalah kebutaan. Angka kejadian kebutaan di Indonesia menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 paling utama disebabkan oleh katarak.

Katarak berasal dari Bahasa Yunani yaitu Katarrhakies, Bahasa Inggris yaitu Cataract dan Bahasa Latin yaitu Cataracta yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular (warna keputih-putihan pada mata yang hitam) dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh sehingga membuat penglihatan kabur. Kondisi ini umumnya terjadi pada lansia, dan bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus. Meski demikian, katarak bukan penyakit menular.

Lensa mata adalah bagian transparan dibelakang pupil (titik hitam di tengah mata), yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk melalui mata ke retina agar objek dapat terlihat jelas. Seiring bertambahnya usia, protein pada lensa akan menggumpal dan perlahan-lahan membuat lensa keruh dan berkabut. Hal ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur dan tidak jelas.

Pasien dengan katarak mengeluh penglihatan menurun secara progresif (bertahap). Awalnya, penderita tidak akan menyadari ada gangguan penglihatan, karena hanya sebagian kecil lensa mata yang mengalami katarak. Namun seiring berjalannya waktu, katarak akan memburuk dan timbul gejala seperti pandangan berkabut, silau, warna terlihat pudar atau tidak cerah, objek terlihat ganda dan mengeluhkan ukuran lensa mata yang sering berubah.

Faktor penyebab katarak dapat berasal dari dalam tubuh sendiri (faktor intrinsik) dan faktor-faktor dari luar tubuh (faktor ekstrinsik) termasuk faktor demografik dan lingkungan. Faktor intrinsik antara lain adalah faktor usia, jenis kelamin, etnis, dan genetik. Faktor ekstrinsik antara lain adalah faktor pajanan kronis terhadap ultra violet, infra merah, atau sinar matahari.

Pengobatan terhadap pasien katarak adalah pembedahan. Pembedahan dilakukan apabila tajam penglihatan sudah menurun sedemikian rupa sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari atau bila katarak ini menimbulkan penyulit. Pembedahan lensa dengan katarak dilakukan bila mengganggu kehidupan sosial atau atas indikasi medis lainnya.

Jika menggunakan teknik sayatan kecil, maka penyembuhan pasca bedah biasanya lebih cepat. Pasien dapat bebas rawat jalan pada hari itu juga, tetapi dianjurkan untuk bergerak dengan hati-hati dan menghindari peregangan atau mengangkat benda berat selama sekitar satu bulan. Olahraga berat tidak dilakukan selama kurang lebih 2 bulan. Matanya dapat dibalut selama beberapa hari pertama pasca operasi atau jika nyaman, balutan dapat dibuang pada hari pertama pasca operasi dan matanya dilindungi dengan menggunakan kacamata atau dengan pelindung seharian.

Kacamata sementara dapat digunakan beberapa hari setelah operasi sambil menantikan kacamata permanen (biasanya 6-8 minggu setelah operasi). Selain itu juga akan diberikan obat untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin timbul beberapa jam setelah hilangnya kerja bius yang digunakan saat pembedahan. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi. Obat untuk mengurangi reaksi radang akibat tindakan bedah juga biasanya diberikan.

Hal yang boleh dilakukan setelah pembedahan yaitu memakai dan meneteskan obat seperti yang dianjurkan, melakukan pekerjaan yang tidak berat, bila memakai sepatu tidak membungkuk tetapi dengan mengangkat kaki keatas.

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah pembedahan yaitu menggosok mata, membungkuk terlalu dalam, menggendong yang berat, membaca yang berlebihan dari biasanya, mengedan keras sewaktu buang air besar dan berbaring ke sisi mata yang baru dibedah.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang terbukti dapat mencegah atau mengurangi laju perkembangan katarak pada seseorang. Namun pemeriksaan mata secara teratur dapat membantu mendeteksi katarak dan masalah lainnya. Semoga bermanfaat dan salam semakin sehat dari kami, keluarga besar RS Betha Medika.

(*)

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button