Kenali Tanda dan Bahaya Penyakit Paru Obstruksi Kronis

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah istilah yang digunakan untuk sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru dalam waktu yang lama. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari dalam paru-paru sehingga penderita akan mengalami gangguan system pernapasan.

Mayoritas pasien datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya jika terserang PPOK sudah dalam tahap lanjutan. Artinya pada tahap awal PPOK memang tidak menunjukkan gejala yang spesifik, namun lama kelamaan gangguan pernapasan semakin berkembang menjadi kondisi yang lebih buruk jika tidak segera ditangani.

Bacaan Lainnya

Berbagai gejala yang muncul pada pasien yang terserang PPOK antara lain, batuk-batuk, sesak, cepat lelah jika berjalan atau beraktivitas, lemah, lesu dan lainnya.

Berbagai penyebab dan faktor resiko yang dapat menimbulkan PPOK diantaranya adalah kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok merupakan satu-satunya penyebab terpenting, jauh lebih penting dari penyebab lainnya. Faktor resiko lain yang dapat menyebabkan PPOK adalah polusi udara seperti asap kendaraan, debu, bahan kimia terutama jika terkena polusi udara dalam waktu yang cukup lama.

Pada kondisi pasien terserang PPOK tahap lanjut, dibutuhkan berbagai pemeriksaan untuk mendeteksi PPOK tersebut dan untuk mengetahui sudah seberapa jauh progresifitas penyakitnya. Pemeriksaan dimaksud antara lain adalah tes darah, rontgen paru-paru, CT-Scan paru, EKG, pemeriksaan sample dahak, dll.

Pengobatan PPOK sampai saat ini bertujuan untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan penyakit. Meski demikian, Anda tidak perlu cemas karena ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain :

Berhenti merokok dan menghindari asap rokok. Ini merupakan langkah utama, disamping untuk tetap menjaga fungsi paru-paru agar tetap sehat juga dalam agama Islam terdapat hadis. Tidak boleh menimbulkan bahaya dan tidak boleh menyebabkan bahaya bagi orang lain. (HR Ibnu Majah, Hadis Shahih).

Menghindari faktor resiko penyebab PPOK, hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi, latihan fisik untuk kesehatan paru-paru, obat-obatan perlu konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan berbagai pengobatan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *