SUKABUMI- Dalam rangka memperingati hari stroke sedunia setiap tanggal 29 Oktober, Rumah Sakit (RS) Hermina Sukabumi menggelar Seminar Awam World Stroke Day di salah satu hotel di Kecamatan Cikole, Kamis (31/10). Kegiatan bertajuk ‘Gerak Sekarang, Cegah Stroke Kemudian ! Mulai dari Langkah Kecil, Ciptakan Kesehatan yang lebih Baik’ ini, dihadiri unsur Dinas Pemuda dan olahraga, perwakilan World Stroke Organization, sejumlah masyarakat beresiko serta diisi oleh pemateri berkompeten yakni, dr. Neysa Azalia SpN dan dr. Indra Sp.KFR AIFO-K.
Wakil Direktur Medis RS Hermina Sukabumi, dr Andreansyah Nugraha mengatakan, kegiatan seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Stroke sedunia. Di mana pelaksanaannya sudah dilakukan sejak pekan lalu dengan memberikan edukasi di radio dan juga Health Talk di tiga titik Rumah Sakit Hermina Sukabumi, diantaranya di Poliklinik dan Ruang Fisioterapi. “Acara ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengenalan gejala stroke, juga penanganan awal jika menemukan kasus stroke. Mengingat pentingnya kecepatan waktu pemberian terapi pada pasien stroke yang akut atau kurang dari 6 jam, dalam mendapatkan hasil terapi yang baik,” ujar dr Andreansyah kepada Radar Sukabumi disela-sela acara.
Ia mengklaim, Rumah Sakit Hermina Sukabumi merupakan satu-satunya rumah sakit di Sukabumi- Cianjur yang konsen terhadap penyakit stroke, dengan melakukan pelayanan pos stroke. Di mana, pelaynan pos stroke tersebut untuk pelayanan kasus-kasus stroke yang sudah akut, dari ketersumbatan.”Kalau dari sampai gejala, terus sampai masuk rumah sakit dengan stroke golden period kita berikan penangan berupa pemberian obat alteplase yang bekerja sebagai penghancur sumbatan (trombolisis),” terangnya.
Pada kegiatan tersebut juga, dilakukan pemberian penghargaan World Stroke Organization (WSO) Angels Awards Q2 2024 dengan Platinum Status kepada RS Hermina Hospitals.Harapannya, dengan dilaksanakannnya kegiatan ini, pengetahuan masyarakat terhadap penyakit stroke dan juga penanganan segera dan fisioterapi pada pasien stroke dapat diimpleentasikan sehingga hasil terapi pasien yang terkena stroke dapat optimal. “Jangan sampai stroke ini tidak ditangani oleh rumah sakit tidak tepat, sehingga mengakibatkan kecacatan dan kematian. Jadi pilihlah rumah sakit yang mumpuni dan memiliki pelayanan khusus,” tambahnya.
Diketahui, WSO merupakan penghargaan bertaraf internasional yang diberikan oleh Angels Initiative Indonesia yang merupakan organisasi nirlaba yang memperhatikan rumah sakit-rumah sakit yang memiliki pelayanan penyakit stroke terbaik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada tiga kategori dalam WSO yakni kategori Gold, Platinum, dan kategori Diamond. Setiap kategorinya memiliki taraf pelayanan yang berbeda-beda dalam penanganan penyakit stroke.
Ia menjelaskan, raihan WSO kategori Q2 2024 dengan Platinum Status ini tidak serta merta diraih dengan mudah. Ada perjalanan panjang untuk meraih WSO Award ini. Bahkan sejak 2023 lalu, pihaknya mencoba memberanikan diri untuk terjun dalam penanganan penyakit stroke ini. “Kami terus belajar bersama-sama tim yang dipimpin oleh dr Leon Abirawa spesialis saraf. Masing-masing tim mempunyai tugas yang dilakukan dari bulan maret 2023, kami terus melakukan perbaikan melalui berbagai diklat, baik internal maupun eksternal hingga edukasi kepada masyarakat,” terangnya.
Dengan modal keahlian yang dirasakan cukup, sambung dia, pihaknya memberanikan diri untuk mengikuti penilaian guna mendapatkan penghargaan WSO Award ini. “Kita melalukan berbagai persyaratan dan isian sebagai syarat meraih penghargaan ini,” tambahnya.
Andreansyah menyampaikan, bahwa penghargaan itu tidak lain karena RSU Hermina sudah memenuhi sembilan kriteria pelayanan terbaik dalam penanganan penyakit stroke. diantaranya, waktu masuknnya obat trombolisis dari pasien datang harus kurang 60 menit (untuk kategori gold dan platinum).
Kemudian, waktu masuk obat trombolisis kurang dari 45 menit (untuk diamond), tingkat keberhasilan trombolisis, dilakukannya ct scan pada pasien stroke, skrinning disfagia pada pasien stroke, pasien stroke post trombolisis di observasi di icu/stroke unit, pemberian obat antikoagulan pada pasien post stroke dgn riwayat penyakit jantung, pemberian antitrombotik pada pasien stroke tanpa gangguan irama jantung, jika ada komplikasi dari pemberian trombolitik dapat dilakukan operasi. “Efeknya adalah dengan kita melakukan layanan terbaik dengan kriteria yang ada, kita bisa membantu masyarakat bila ada keluhan gejala stroke awal. Mungkin yang keluhannya kurang dari empat jam setengah itu kita bisa tangani, bahkan kalau sitemnya amat baik. Ada testimoni itu tidak ada gejala sisa. Jadi pasien pulang sudah seperti normal lagi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, diraihnya WSO kategori Platinum diharapkan dapat menyetarakan standar-standar pengobatan di seluruh dunia untuk pasien stroke. “WSO itu tujuannya kita ingin menyetarakan standar-standar pengobatan di seluruh dunia untuk pasien stroke. Pasien stroke itu sudah ada standar pengobatannya yang baik dan hal-hal itu yang menjadi dasar terbentuknya kriteria-kriteria itu,” kata dia. (why)






