informasi sukabumiKABUPATEN SUKABUMIKESEHATAN

Dua Warga Kebonpedes Positif DBD

×

Dua Warga Kebonpedes Positif DBD

Sebarkan artikel ini
MENJENGUK WARGA: Camat Kebonpedes, Ali Iskandar, saat menjenguk warga yang terserang penyakit DBD di Rumah Sakit Secapa Polri Kota Sukabumi.

KEBONPEDES – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) kembali menyerang warga Kecamatan Kebonpedes.

Kali ini, 10 warga diduga terjangkit virus yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypty.

Bank bjb Tandamata

Camat Kebonpedes, Ali Iskandar mengatakan, dari 10 warga yang disinyalir terserang penyakit DBD, 4 diantaranya adalah warga Kampung Selajambu, RT 4/1, Desa Sasagaran, satu warga Kampung Cikaret Hilir, RT 1/2, Desa Sasagaran, 3 warga Kampung Cikaret Hilir, RT 3/2, satu warga Kampung Sasagaran, RT 3/3 dan satu warga Kampung Cikawung, Desa Sasagaran.

“Semua warga yang dilaporkan DBD ini sudah mendapatkan tindakan medis di rumah sakit.

6 orang dirawat di RS Secapa Polri Kota Sukabumi dan yang lainnya dirawat di RS Ridho Galih Kota Sukabumi dan RS Hermina Sukaraja,” jelas Ali kepada Radar Sukabumi, kemarin (6/5).

Dari 10 warga yang dilaporkan terserang penyakit DBD itu, sambung Ali, dua diantaranya positif terjangkit virus DBD dan lima warga suspek DBD serta tiga warga mengidap penyakit lain seperti gastritis, gula darah dan prostat.

“Saat kami melihat mereka, berdasarkan pemeriksaan tim medis, hanya dua warga saja yang positif terjangkit DBD dan saat ini mereka masih dalam perawatan intensif,” tandasnya.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kebonpedes, Lilis Ilahayati mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut, Puskemas Kecamatan Kebonpedes langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan serta meninjau rumah warga yang diindakasikan terserang penyakit DBD.

“Kita sudah melakukan surpelen dan mewawancarai warga.

Setelah itu, petugas langsung melakukan pengamatan jentik nyamuk yang berada di rumahnya,” jelasnya.

Dalam upaya penanggulangan penyakit DBD, Puskesmas Kecamatan Kebonpedes secara intensif melakukan penyuluhan tentang bahaya DBD keseluruh daerah yang dianggap rentan terjangkit DBD.

Seperti pencegahannya dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta melakukan 4M yaitu menguras, menutup, mengubur dan mengawasi.

Sehingga, perkembangan nyamuk aedes aegypty bisa dikendalikan dari mulai jentik.

“Saat petugas surpelen meninjau rumah warga, kami selain melakukan sosialisasi penanganan jentik nyamuk juga memberikan obat serbuk abate untuk memberantas sarang nyamuk,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada warga agar membersihkan rumah dan pekarangan rumah dari sarang nyamuk.

Seperti harus sering menguras bak mandi, dikuras dan diberi bubuk abate untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk serta pekarangan rumah juga harus dibersihkan dari kaleng-kaleng atau benda lain yang menampung air hujan.

“Intinya, warga harus meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

(Den/d)