Satwansyah juga menerangkan, selain akses jalan tertimbun longsor juga di kedusunan Ciangkrek terdapat sekitar 18 unit rumah warga yang tertimpa bencana alam tanah longsor yang hingga kini masih belum dilakukan penanganan.
“Belum sampai sekarang material longsoran belum dievakuasi, baik oleh masyarakat maupun pemerintah, ya meskipun sebagian masyarakat telah berusaha membersihkan agar bisa dilewati sementara tapi belum maksimal,” paparnya.
“Setahu saya, kemarin ada Pak Kades datang ke sini menyalurkan bantuan jiga ke para korban, dari PC NU juga ada bantuan sembako sembako untuk masyarakat terdampak,” ucapnya.
Satwansyah berharap, pemerintah melalui dinas dinas terkait untuk segera menerjunkan alat berat guna membantu mengevakuasi material longsoran yang selama dua pekan belum tersentuh.
“Harapan warga ingin akses jalan segera kembali normal, juga adanya bantuan untuk para korban yang rumahnya tertimpa material longsoran,” tandasnya. (ndi/d)




