CIKEMBAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi angkat bicara soal antrean panjang truk pengangkut sampah yang akan masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cimenteng yang berlokasi di Kampung Ciangsana, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Sukabumi, Deni Alam mengatakan, antrean truk terjadi akibat kendala pada escavator untuk pengerukan sampah di area TPA.
“Kendalanya karena yang beroperasi saat itu cuma satu alat berat excavator 210 yang sedang menata lahan sampah dan sambil membongkar sampah dari angkutan sampah sehingga terjadi antrean,” ujar Deni Alam, Kamis (13/4).
Deni menjelaskan, saat itu alat berat lainnya yaitu excavator 130 sedang dalam tahap perbaikan oleh petugas di lapangan. Perbaikan menunggu spare part control unit engine yang mengalami kerusakan pada excavator tersebut.
“Pesanan sedang dilakukan, karena alat harus indent belinya dari Jakarta,” jelasnya.
Saking banyaknya sampah yang harus dibuang ke TPA membuat pelayanan terganggu saat terjadi kerusakan pada alat berat excavator di lapangan. “Tiap hari rata-rata total dari armada dinas, masyarakat dan lain lain rata rata mencapai 80-90 armada yang masuk ke TPA Cimenteng, dengan rata-rata sampah yang masu 190-210 ton per harinya,” terangnya.
Masih kata Deni, DLH terus berusaha memaksimalkan armada yang ada untuk penanganan sampah
di Kabupaten Sukabumi.
Salah satunya dengan memaksimalkan menambah ritasi pengangkutan untuk jalur pelayanan.
“Mau gak mau ini harus dilakukan, karena keterbatasan alat berat, dan juga lamanya menunggu sparepart untuk pengganti yang rusak,” ucapnya.(Cr2/d)






