Berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, ujar Dadan, penyakit DBD ini, awal mulanya menyerang warganya setelah pulang dari daerah Cianjur. “Jadi, dari tiga warga yang terkena DBD itu, ada kelurga yang pulang dari Cianjur. Nah, kemungkinan ia terkena DBD dan menularkan di sini,” bebernya.
Kuat penyebab penyebaran penyakit DBD di wilayah kampung tersebut, berasal dari luar daerah Kabupaten Sukabumi. Sebab, saat ia bersama petugas Puskesmas setempat melakukan peninjauan ke lokasi rumah penduduk yang terinfeksi DBD, petugas tidak menemukan adanya jentik nyamuk.
“Kita cek lokasi ke lingkungan itu, tidak ada jentik nyamuknya. Kalau DBD itu, kan sukanya di air-air bersih,” pungkasnya. (den/d)






