“Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat. Semasa hidup, beliau dikenal sebagai sosok pekerja keras,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Heri Wibawa (28) berangkat ke Korea Selatan sebagai pekerja migran melalui program J to J. Ia lolos seleksi pada 2019, namun keberangkatannya tertunda akibat pandemi Covid-19 dan baru terealisasi pada 2022.
Menurut sang kakak, Andaryana (37), Heri tidak pernah mengeluhkan kondisi pekerjaannya selama di Korea, meski keluarga tidak mengetahui secara pasti nama perusahaan tempat ia bekerja.(ndi/d)






