KABUPATEN SUKABUMI

Sukabumi Rawan Bencana

×

Sukabumi Rawan Bencana

Sebarkan artikel ini
Kepala Pusat Sesmilogi Teknologi Iufisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Pusat, Bambang S Prayitno saat memberikan dokumen kepada peserta yang ikut dalam SLG, kemarin.

“Makanya dalam SLG ini, peserta yang hadir diberikan pemahaman tentang apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa ataupun bencana lainnya. Nanti diharapkan, peserta dan stakeholder yang hadir bisa menyampaikan kembali kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Sesmilogi Teknologi Iufisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Pusat, Bambang S Prayitno menambahkan, pada hakikatnya tidak ada pihak yang bisa memastikan kapan terjadinya bencana. Namun dari gejalanya yang mendasar pada alat teknologi sekarang ini, potensi bencana dapat diprediksi.

Bank bjb Tandamata

“Hanya memprediksikan saja, karena hakikatnya bencana itu hanya Allah yang tahu. Yang paling penting saat ini, bagaimana caranya meminimalisir resiko dari sebuah bencana,” timpalnya.

Menurut Bambang, banyak korban jiwa ketika bencana di Indonesia saat ini pemahaman masyarakat terkait langkah awal yang harus dilakukan saat terjadi bencana masih lemah.

Sehingga demikian, pemerintah dalam upaya menekan reskio bencana saat ini tengah gencar mensosialisasikan pemahaman soal bencana.

“Kenapa Jepang waktu terjadi tsunami banyak yang selamat, karena masyarakat sudah diberikan pemahaman tentang upaya yang harus dilakukan saat terjadi bencana.Makanya kami menggelar SLG ini tidak hanya di Sukabumi saja, melainkan di daerah lain pun sama.

Karena prinsifnya, semua daerah ini sama-sama rawan terjadinya bencana, maka pemahaman tanggap bencana atau mitigasi ini kita galakkan,” jelasnya.

engan digelarnya SLG ini, Bambang berharap para peserta ini bisa menyampaikan kembali kepada masyarakat luas. Sehingga ke depan, seluruh warga khususnya yang berada di daerah pesisir pantai bisa memiliki pemahaman tentang evakuasi mandiri dan juga mitigasi.

“Khususnya BPBD selaku stakeholder dalam hal penanganan bencana ini. Kami berharap, pemahaman warga terkait mitigasi atau evakuasi mandiri ke depan bisa meningkat,” singkatnya.

 

(ren)