SUKABUMI – Wakil Direktur Medis Rumah Sakit Umum (RSU) Hermina Sukaraja. dr. Andreansyah Nugraha mengklaim, kematian MHD (9) yang merupakan siswa di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang sebelumnya diduga tewas dikeroyok teman sekolahnya itu, meninggal karena penyakit tetanus.
Bocah yang merupakan siswa kelas II SD itu, sebelum meninggal dunia, sempat mendapatkan perawatan dari Rumah Sakit Hermina Sukaraja selama empat hari.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban mengeluhkan rasa sakit pada bagian punggung (kaku), mulut (kaku) disertai batuk-batuk selama beberapa hari. Kemudian ada riwayat infeksi cairan di bagian telinga.
“Waktu itu, kita curigai korban mengidap tetanus. Nah, makanya kita konfirmasi ada riwayat trauma, tertusuk jarum atau benda tajam, atau adanya trauma jejas yang berlebih, kita tanyakan juga pasien dan keluarga. Nah, jawabannya tidak ada riwayat konfirmasi itu,” kata Nugraha kepada Radar Sukabumi saat melakukan konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota pada Senin (10/07) malam.
Sewaktu tim medis dari Rumah Sakit Hermina melakukan pemeriksaan visum luar, ia mengaku tidak menemukan luka pada tubuh korban. Bukan hanya itu, foto-foto hasil rontgen pun pada bagian tulang belakang, tim medis tidak menemukan retakan atau patah tulang.
“Selama perawatan, kemungkinan ini penyebab tetanus karena infeksi, ini dibuktikan ada pemeriksaan lab mengarah kepada leukosit tinggi dan hasil rontgen ada tanda-tanda infeksi, ditambah di telinga ada cairan infeksi,” bebernya.
Masih kata dr.Andreansyah, selama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisi kesehatan bocah laki-laki itu semakin kritis. Sehingga, korban dirawat di ICU selama tiga hari. Selama dalam perawatan, kondisi kesehatan korban semakin memburuk karena kondisi perjalanan penyakit.
“Iya, namanya infeksi berat bisa mengkibatkan koma atau penurunan kesadaran. Jadi penyebab kematian perjalanan dari penyakit, yaitu tetanus berikut dengan infeksinya,” paparnya.






