Sigap, Polsek Ciemas Sukabumi Amankan Pasutri Karena Dituduh Dukun Santet

Rumah warga di Ciemas, Kabupaten Sukabumi
Rumah warga di Ciemas, Kabupaten Sukabumi dirusak oknum warga, diduga dukun santet.

CIEMAS – Mengantisipasi amukan massa pasangan suami istri berinisial PAR (65) dan EM (50) warga Kampung Bojong Kalong, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi diamankan jajaran kepolisian polsek Ciemas, Polres Sukabumi.

Pasangan suami istri diamankan polisi bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan sebagai antisipasi terjadinya gangguan kamtibmas atau menghindari hal hal yang tidak diinginkan terjadi, karena sebelumnya masyarakat menuduh keduanya sebagai dukun santet.

Bacaan Lainnya

Maayarakat bahkan telah melakukan pengrusakan terhadap rumah dari pasangan suami istri tersebut, sehingga dengan sigap jajaran kepolisian mengamankan penghuninya.

Dalam keterangannya Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede melalui Kapolsek Ciemas IPTU Azhar Sunandar mengatakan, sebelum diamankan, Selasa (2/5) sekitar pukul 23.30 WIB, personel kepolisian polsek Ciemas mendapatkan informasi adanya dugaan tuduhan dukun santet yang mengakibatkan terjadinya reaksi dari masyarakat dengan melakukan pengrusakan terhadap rumah milik pasangan suami istri yang dituduh dukun santet tersebut.

Pengrusakan tersebut, kata Azhar sebelumnya telah terjadi Senin, (1/5) sekitar pukul 21.00 WIB, hal itu berdasarkan laporan yang diterimanya dari ketua RT setempat, dimana rumah pasangan suami istri yang dituduh masyarakat sebagai dukun santet dilempari batu oleh sejumlah masyarakat.

Lanjut Azhar, kemudian besok harinya atau Selasa, (2/5) sekitar pukul 19.00 WIB, tokoh masyarakat setempat, berikut ketua RT, RW dan jajaran pemerintah desa melakukan musyawarah dengan menghadirkan pasangan suami istri yang dituduh sebagai dukun santet.

“Hasil dari musyawarah itu PAR dan EM menginginkan masih tetap tinggal dirumahnya, di kampung Bojong Kalong, namun masyarakat menolak karena diduga memiliki ilmu hitam,” ujar Azhar. Kamis, (4/5).

Bahkan dalam musyawarah yang dilaksanakan tersebut, kata Azhar lagi sudah mengatakan bahwa mereka pasangam suami istri tersebut tidak memiliki ilmu hitam dan siap untuk dilakukan sumpah pocong, namun saat musyawarah berlangsung terdapat salah satu warga mencoba melakukan meditasi terhadap salah satu warga lainnya hingga mengalami kesurupan.

“Saat warga itu kesurupan ditanya oleh warga yang melakukan meditasi itu, dan menyampaikan bahwa yang merasuki tubuhnya mahluk suruhan PAR dan EM,” jelas Azhar.

Masih kata Azhar, tidak berselang lama, selanjutnya terdapat dua orang lagi warga lainnya yang ikut mengalami kesurupan dan hal yang sama terjadi pada warga sebelumnya saat kesurupan menyampaikan mahluk yang merasukinya suruhan PAR dan EM.

“Melihat kejadian itu warga yang hadir jadi memanas dan menduga PAR dan EM memiliki ilmu hitam, saat juga keduanya langsung di bawa ke kantor desa Mandrajaya untuk menghindari amukan massa,” bebernya.

Namun, amarah warga tidak berhenti sampai saat itu, Rabu, (3/5) sekitar pukul 01.00 WIB terjadi pengrusakan terhadap rumah pasangan suami istri tersebut, yang dilakukan oleh massa hingga membuat kondisi rumah mengalami rusak berat.

“Sekitar jam 3 pagi, PAR dan EM sementara kita amankan demi keamanan jiwanya dibawa ke mako Polsek Ciemas, kondisinya sehat meski ada benjolan di kepala bagian belakang akibat terkena pukulan dari warga,” ucapnya.

Jajaran kepolisian hingga saat ini masih melakukan pengamanan di area sekitar rumah lasangan suami itri tang dituh sebagai dukun santet tersebut, karena masyarakat kampung Bojong Kalong saat ini masih menyimpan kemarahan terhadap terduga PAR dan EM.

“Masyarakat meminta PAR dan EM mengobati warga yang saat ini masih mengalami sakit dengan cara di jampe, karena dianggap dan diyakini sakitnya diguna guna oleh keduanya,” terangnya.

Menurut Azhar, saat ini diperlukan pendekatan dan pemberian pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi terkait dengan kejadian dugaan penyakit yang diderita sejumlah warga yang konon di guna guna atau terkena santet.

“Sampai saat ini disekitar TKP atau rumah pasutri terduga dukun santet masih dilakukan pengamanan oleh petugas kepolisian, sementara kedua pasutri sudah diamankan,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua RT setempat Odin (53) mengungkapkan, sebelumnya memang sekitar satu tahun yang lalu, pasangan suami istri PAR dan EM sempat diminta olehnya untuk meninggalkan rumahnya sementara waktu, karena dituduh sebagai dukun santet, hal itu dilakukan guna menghindari amukan massa.

Seiring berjalannya waktu, kata Odin lagi sekitar satu minggu yang lalu, pasca perayaan lebaran, PAR dan EM kembali datang kepadanya dan meminta untuk bisa tinggal dirumahnya.

“Setahun yang lalu memang pernah dirumorkan dan diisukan oleh masyarakat, pernah konflik dengan masyarakat, akhirnya menghindar mengungsi demi masyarakat, khawatir saya juga, karena mau bagaimanapun PAR dan EM ini masyarakat saya,” ungkapnya.

Diterangkan Odin, selama PAR dan EM tidak pulang ke rumahnya terpaksa tinggal di rumah anaknya, dan terkadang tinggal di saung ladang atau huma, namun sebelum terjadi pengrusakan terhadap rumah keduanya sempat datang meminta kembali tinggal.

“Saya bersama tokoh tokoh masyarakat setempat musyawarah. Alhamdulillah respon masyarakat waktu musyawarah menginjinkan kemarin itu, karena kondisi masyarakat sudah biasa lagi,” sambungnya

Sesudah itu, kata Odin lagi, tiba tiba sehabis isya PAR dan EM belum sempat kembali kerumahnya mendengar kabar di rusak oknum masyarakat yang hingga kini belum diketahui.

“Saya gak tahu kejadian itu jam berapa, siapa yang melakukan, saat peristiwa terjadi saya masih menunggu warga yang lagi sakit, sama PAR dan EM. Padahal saat musyawarah mereka sudah diizinkan masyarakat kembali tinggal di rumah nya,” tandasnya. (ndi).

Pos terkait