Sehingga, lanjut Eddie, untuk mengatasi remaja-remaja yang terlibat dalam kelompok geng motor diperlukan hadirnya peran serta keluarga dan masyarakat dalam memberikan edukasi dan perhatian. Selain itu, untuk tindakan preventif lebih jauh, perlu adanya nomor hotline khusus yang bisa dihubungi masyarakat.
“Ajak warga masyarakat berperan aktif mendeteksi mereka dalam kehidupan sehari hari, sehingga bisa mencegah sebelum mereka bertindak. Kalau perlu adakan nomer hotline yang bisa dihubungi masyarakat,” ujarnya.
Pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini juga mengatakan, perlu keterlibatan kelompok bermotor resmi dalam operasi pembinaan dan pencegahan aksi-aksi geng motor liar.
Sebab dari perspektif sosial, dimungkinkan ada faktor-faktor yang melatarbelakangi tindakan kekerasan dan vandalisme geng motor sehingga apa yang mereka lakukan sebagai bentuk protes sosial pula.
“Libatkan kelompok bermotor resmi dalam operasi pembinaan dan pencegahan aksi-aksi geng motor liar. Jangan hanya sekadar menghujat dan menyalahkan mereka, siapa tahu tindakan mereka hanyalah protes kepada tingkah laku orang-orang dewasa yang mungkin lebih buruk seperti menyebarkan hoaks, politik indentitas, penyalah gunaan jabatan, memperalat agama untuk tujuan tertentu dan produk-produk kekerasan lainya yang mereka alami dan mereka saksikan dalam kehidupan sehari hari,” paparnya.
“Pencegahan, pembinaan dan pemberian contoh sikap positif adalah yg paling tepat buat mereka,” tuntas Eddie. (den/izo/t)






