“Di sini anak-anak belajar berbagai hal sesuai minatnya sehingga keinginan memakai gawai bisa terkendali,” tambahnya.
Lebih jauh, Ade mengingatkan pentingnya peran orangtua dalam mendidik anak sejak dini. “Putra-putri kita adalah generasi penerus. Kunci menjadi penerus yang handal ialah pendidikan, sehingga orangtua harus benar-benar memperhatikan pendidikan anak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Hj. Aisyah, menjelaskan peserta Tandem Baper dibagi ke dalam beberapa kelas sesuai minat, seperti Bahasa Inggris, matematika, dan animasi. Kegiatan berlangsung tiga hari, dengan dua hari belajar di kelas dan satu hari belajar di luar ruangan melalui kunjungan edukatif.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap anak-anak tumbuh dengan kebiasaan positif, kreatif, dan tidak bergantung pada gawai, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar ramah dan menyenangkan.(den/d)






