Security Ponpes meninggal usai Tertimbun Longsor

DIEVAKUASI : Warga dan petugas gabungan usai mengevakuasi jasad security Ponpes Yaspida yang tewas setelah tertimbun longsor di Kampung Renged, RT (10/03), Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (18/05).(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)
DIEVAKUASI : Warga dan petugas gabungan usai mengevakuasi jasad security Ponpes Yaspida yang tewas setelah tertimbun longsor di Kampung Renged, RT (10/03), Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (18/05).(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Hujan deras dengan intensitas tinggi, kembali menyebabkan bencana tanah longsor pada Sabtu (18/05) sore. Bahkan, seorang security Ponpes yang merupakan warga bernama Ahmad Jaenudin (39) di Kampung Renged, RT 10/RW 03, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan tewas setelah tertimbun material tanah longsor.

Petugas Penanggulangan Bencan Kecamatan (P2BK) Kadudampit, Didin Saprudin kepada Radar Sukabumi mengatakan, peristiwa nahas ini, bermula saat wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.

Bacaan Lainnya

“Korban yang meninggal karena tertimbun longsor itu, diketahui merupakan penjaga sekolah Ponpes Yaspida,” kata Didin kepada Radar Sukabumi pada Sabtu (18/05) malam.

Belum diketahui secara pasti kronologis bencana tanah longsor hingga menelan korban jiwa tersebut. Meski demikian, saat ini petugas gabungan masih tengah berada di lokasi longsoran untuk mengamankan TKP.

“Kalau kronologisnya, saya juga belum tahu yah. Ini saya masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan berbagai pihak. Tapi yang pasti longsor itu juga telah merusak satu unit bangunan,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Kadudampit, Polres Sukabumi Kota, Ipda Suhendar Slamet Mulyadi mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut, ia bersama sejumlah anggotanya langsung bergegas ke lokasi kejadian.

“Lokasi longsoran itu, berada di dapuran awi (pohon bambu,red) di bawah dekat kolam. Itu TKP-nya, masi di lingkungan Ponpes,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pasca kejadian longsor itu, korban langsung dirvakuasi dari timbunan material longsor. Setelah itu, korban dibawa ke Rumah Sakit Setukpa.

“Korban dinyatakan meninggal dunia, saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Iya, pas sampai di rumah sakit korban sudah tidak bernyawa,” paparnya.

Setelah itu, pengurus Ponpes Yaspida langsung memberikan informasi kepada pihak keluarga terkait kematian korban.

“Keluarganya menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jasadnya sekarang lagi di perjalanan ,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, korban yang meninggal dunia akibat tertimbun bencana tanah longsor ini, diketahui merupakan seorang security di Ponpes Yaspida.

“Itu korbannya seorang security. Ia kondisinya sedang tidak berdinas atau sedang istirahat,” imbunya.

Bangunan yang tertimbun longsor tersebut, merupakan rumah dinas security di Ponpes Yaspida. Berdasarkan olah TKP, bangunan rumah dinas tersebut, dinilai masih kuat.

“Cuma tebing belakang rumah dinas yang longsor, di atasnya ada kandang sapi,” paparnya.

“Itu tertimbun tapi tidak seluruhnya. Itu kebetulan mungkin karena tembok dan dapuran awi. Ketimpa bangunan tembok dan dapuran awi,” timpalnya.

“Saat ini, jasad korban sedang dalam perjalanan untuk dibawa ke Bogor dan dianter langsung sama Pak Kyai,”pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *