Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil mengatakan, kolaborasi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi ini, merupakan wujud visi bersama dalam pengurangan sampah dan penggunaan sumber energi terbarukan.
“Teknologi RDF ditargetkan mampu mengelola 330 ton sampah per hari dan akan menghasilkan 100 ton produk RDF sebagai bahan bakar pengganti batu bara dalam produksi Semen SCG,” katanya.
Sebagai pabrik semen dengan konsep Green and Clean Factory, PT Semen Jawa merupakan pelopor di Kabupaten Sukabumi dalam pengembangan teknologi RDF. Komitmen perusahaan tersebut. terhadap lingkungan menjadi prioritas utama dalam menjalankan bisnis, sejalan dengan kerangka kerja ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola).
Proyek pembangunan infrastruktur untuk teknologi RDF ini dijadwalkan dimulai pada tahun 2023 dan diharapkan akan beroperasi pada tahun 2024.
“Kami yakin, bahwa tantangan lingkungan dapat diatasi melalui langkah konkret dan kolaborasi yang sinergis demi Sukabumi yang lebih baik,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, kerjasama yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi bersama PT Semen Jawa tersebut, merupakan upaya dalam menanggulangi sampah yang ada di Kabupaten Sukabumi.
Terlebih lagi, kondisi saat ini tercatat kapasitas TPA Cimenteng diperkirakan, hanya akan mampu bertahan kurang lebih delapan bulan kedepan saja. “Iya, delapan bulan lagi habis kapasitasnya di TPA Cimenteng itu. Makanya dalam waktu satu tahun ini, pembangunan akan kita percepat,” jelasnya.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini, menilai bahwa untuk pemanfaatan sampah secara alami di TPA Cimenteng, perlu waktu kurang lebih 30 tahun hingga bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dan lain-lain. Namun demikian, dengan hadirnya program TPST RDF ini, diyakini akan kembali normal kafasitasnya dalam waktu dua tahun.
“Menunggu pembusukan barangkali 30 tahun yang akan datang baru bisa dimanfaatkan untuk kompos dan lain-lain. Nah, dengan RDF kapasitas TPA Cimenteng dalam 2 tahun Insya Allah akan kembali normal,” bebernya.
Ia menambahkan, produksi sampah domestik di Kabupaten Sukabumi kurang lebih mencapai 300 ton per hari. Sebab itu, dengan adanya kerjasama tersebut, dirinya berharap Kabupaten Sukabumi dapat mencapai target zero waste atau bebas sampah di 2050 mendatang. “Bahkan, kedepannya barang kali buangan sampah dari Kota Sukabumi kalau dikerjasamakan bisa disalurkan kesini,” pungkasnya. (Den)






