Satu Jamaah Haji Kabupaten Sukabumi Dikabarkan Meninggal

Jemaah-Haji-Sukabumi
Jemaah calon haji asal Sukabumi mendapatkan penangan medis oleh tim kesehatan yang siaga dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2022.

MEKKAH – Menjelang wukuf di Arafah, sejumlah jamaah calon haji asal Kabupaten Sukabumi mulai terserang batuk dan pilek. Bahkan menurut informasi yang diterima Radar Sukabumi, satu orang jamaah dikabarkan meninggal dunia.

Kabar tersebut disampaikan salah satu jamaah kloter 12 JKS. ‘Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Salah satu jamaah JKS 12 telah meninggal di Rumah Sakit Annur Makkah karena kangker darah. An. Ibu Nunung Nurulaeni binti Abdul hamid.

Bacaan Lainnya

Semoga Almarhumah di terima Iman islamnya, di terima amal ibadahnya dan di ampuni segala dosanya dan Allah tempatkan beliau di surga-Nya. Aamiin’. Begitu pesan singkat yang diterima Radar Sukabumi.

Usep Setiawan yang juga merupakan Kasubag Kesra Kabupaten Sukabumi menuturkan, saat ini meski tengah diserang penyakit namun hal itu bisa teratasi oleh tim kesehatan yang selalu siagap dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2022. Saat ini, cuaca di Mekkah berada pada 45 sampai 47 derajat celcius.

Para jamaah calon haji masih dalam keadaan sehat walafiat. Meski begitu, ada beberapa jamaah yang mulai terserang pilek dan batuk. “Insya Allah pada sehat. Cuma ada beberapa yang terserang batuk dan pilek,” ujar Usep menginformasikan langsung dari Mekkah.

Saat ini, jamaah Kabupaten Sukabumi pada kloter 12 JKS sudah berada di tenda untuk melaksanakan wukuf yang akan dilaksanakan hari ini (8/7), mulai dari terbenamnya matahari (waktu zhuhur) pada tanggal 9 Zulhijah sampai fajar terbit pada tanggal 10 Zulhijah.

“Alhamdulillah untuk fasilitas wukuf sangat enak. Tenda yang luas dilengkapi AC listrik enam buah, karpet berikut kasur dam bantal, WC yang sesuai dengan jumlah jamaah,” tambahnya.

Tak hanya itu, sambung dia, untuk fasilitas ibadah lainnya pun cukup memuaskan. Selain pemondokan hotel berbintang, makan tiga kali sehari dengan menu nusantara, dibarengi juga dengan buah-buahan yang segar, air minum zam-zam, kopi dan jus gratis. “Kita juga disediakan dengan kebaradaan bus yang siap antar jemput 10 menit sekali berkeliling,” sambung Usep.

Usep berharap, fasilitas yang mewah ini bisa menjadikan para jamaah calon haji bisa lebih khusu dalam menjalankan ibadah. Sehingga, menjadi haji yang mabrur. “Mudah-mudahan fasilita yang diberikan ini, bisa terus ditingkatkan untuk mempermudah kenyamanan para jamaah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, Hasen mengaku belum menerima informasi terkait adanya jamaah calon haji yang meninggal dunia. “Belum dapat informasi. Belum bisa menjelaskan apapun,” ucapnya.

Sementara ketika disinggung mengenai informasi yang beredar pada perpesanan aplikasi WhatsApp yang mengungkapkan informasi tersebut, ia pun kembali tidak banyak berkomentar. “Di setiap kloter ada petugas yang menyertai jamaah. Informasi yang bisa saya respon, apabila informasi diterima dari petugas kloter aja,” tambahnya.(why/den)

Pos terkait