“Karena warga tidak buang sampah ke kontainer, jadi saat dum-truk mengangkut, sampah tidak terangkut sehingga menumpuk saja. Saya sedang memindahkan sampah ini ke kontainer agar nanti bisa diangkat,” tuturnya.
Jika tidak dipindahkan ke kontainer, lanjut Abah Aep, sampah akan semakin menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu pengendara jalan dan lingkungan. Oleh karenanya, dirinya berinisitif untuk memindahkannya. “Jelas saya yang bertanggung jawab di TPSS ini dan harus memindahkan sampahnya, jika dibiarkan baunya akan semakin menyengat,” tukasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Kebersihan Perkimsih Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska menambahkan, dari keterangan koordinator wilayah setempat, sampah yang menumpuk itu berasal dari daerah luar yang di buang di TPSS Babakan. Selain itu, cara pembuangan yang dilakuakan warga juga asal-asalan, yakni tidak ke kontainer, tempat yang sudah disediakan.
“Pengangkutan sampah yang dilakukan setiap jam 06.00 WIB, persoalannya sampah itu tidak dibuang di kontainer sehingga harus ada petugas yang memindahkannya terlebih dahulu,” terangnya.
Kendati demikian, pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Muspika setempat. Termasuk mengkaji ulang tentang intensitas pengangkutan sampah di TPS itu.
“Kami akan tangani segera, saya harap warga membuang sampah langsung ke kontainer untuk memudahkan pengangkatan,” pungkasnya. (cr15/t)



