“APBDes tahun ini sudah terkunci, kemungkinan besar jembatan itu diperbaiki pada tahun 2019. Tapi melihat kondisi ini, khawatir juga anak sekolah atau pun warga saat nyebrang sungai, tiba-tiba debit air meluap dan mengancam keselamatannya,” ungkapnya.
Dirinya berharap, jembatan dengan panjang 15 meter ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kendati demikian, mantan Kades Lembursawah, Kecamatan Cicantayan ini terus mencoba mencari sulusi mencari anggaran di luar dari pemerintah.
“Pemda Kabupaten Sukabumi juga harus memprioritaskan kondisi ini. Kami sedang memutar pikiran untuk mencari solusi terbaik bilamana Pemda tidak memikirkannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Cindi Aulia, pelajar SMP mengaku terpaksa melintas sungai karena takut bila melintasi jembatan yang telah lapuk itu.
“Terpaksa setiap hari melintasi sungai bersama teman-teman, kami takut jatuh jika harus nyebrang jembatan. Jika musim hujan tiba dan air sungai meluap, kami terpaksa libur sekolah,” singkatnya. (cr15/d)





