“Kami ingin anak-anak di pelosok mendapat hak belajar yang sama dengan anak-anak di kota. Gedung yang layak adalah langkah awal,” tutur Abah Zeans.
Kini, masyarakat Kebonpedes tinggal menunggu realisasi janji pembangunan. Di balik dinding retak dan atap bocor, tersimpan mimpi ratusan siswa yang ingin belajar tanpa rasa takut.
“Jika pembangunan terealisasi, maka ruang kelas baru bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan bahwa pendidikan layak bukan lagi kemewahan, melainkan hak yang nyata,” pungkasnya.(den/d)






