KABUPATEN SUKABUMI

Ruang Kelas Nyaris Ambruk, SDN Gunungbatu Diselamatkan CSR Jakarta

×

Ruang Kelas Nyaris Ambruk, SDN Gunungbatu Diselamatkan CSR Jakarta

Sebarkan artikel ini
DITINJAU : Founder Sehati, Andri Kurniawan bersama jajaranya, saat meninjau lokasi sekolah rusak di SDN Gunungbatu, Kampung Gunungbatu, RT 02/RW 04, Desa sekaligus Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
DITINJAU : Founder Sehati, Andri Kurniawan bersama jajaranya, saat meninjau lokasi sekolah rusak di SDN Gunungbatu, Kampung Gunungbatu, RT 02/RW 04, Desa sekaligus Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI — Senyum lega menghiasi wajah ratusan siswa SD Negeri Gunungbatu, Kampung Gunungbatu, RT 02/RW 04, Desa sekaligus Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Setelah sekian lama belajar di ruang kelas yang nyaris ambruk, harapan baru datang melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Jakarta.

Tiga ruang kelas—kelas IV, V, dan VI—selama lebih dari satu tahun terakhir berada dalam kondisi memprihatinkan. Atap bocor, plafon berlubang, kayu penyangga lapuk, dinding retak, hingga lantai ubin yang terkelupas menjadi pemandangan sehari-hari. Saat hujan, siswa terpaksa memindahkan meja dan kursi ke tempat yang lebih kering agar tetap bisa belajar.

Bank bjb Tandamata

Founder Sehati, Andri Kurniawan atau yang akrab disapa Abah Zeans, mengatakan bahwa bantuan ini berawal dari kepedulian salah satu pihak CSR asal Jakarta yang ingin menyalurkan dana untuk sektor pendidikan di Sukabumi.

“Tadi siang kami ke lokasi bersama calon donatur. Awalnya ada permintaan dari CSR Jakarta yang ingin membantu fasilitas pendidikan di Sukabumi. Kami arahkan ke SDN Gunungbatu karena kondisinya sangat darurat,” ujar Andri kepada Radar Sukabumi, Senin (29/9).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang validasi sebelum realisasi pembangunan. Menurut Andri, pendanaan sudah tersedia dan pihak CSR telah menyampaikan press release kepada Bupati Sukabumi bahwa sekolah akan dibangun kembali.

“Insyaallah pendanaan sudah ada. Hari ini mereka juga menyampaikan ke Pak Bupati. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi,” tambahnya.

Rencana awal mencakup pembangunan tiga ruang kelas menggunakan anggaran CSR dari Gunung Prisma Jakarta melalui program Sehati Gerak Bersama. Finalisasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) sedang dilakukan, dan pembangunan diperkirakan bisa dimulai dalam waktu dekat.

“Kalau RAB sudah selesai, paling cepat besok atau pekan depan pembangunan bisa dimulai,” kata Andri optimis.

Pembangunan ini diharapkan mampu menghapus keresahan guru, orang tua, dan murid yang selama ini dihantui kekhawatiran akan ambruknya ruang belajar. Sejumlah guru dan orang tua menyambut kabar baik ini dengan penuh rasa syukur, menyebutnya sebagai titik balik semangat belajar anak-anak di Gunungbatu.

Kondisi SDN Gunungbatu menjadi potret darurat pendidikan di pelosok Sukabumi. Banyak sekolah masih berjuang dengan keterbatasan fasilitas, padahal pendidikan dasar adalah fondasi masa depan anak-anak.