Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jujun Junaedi mengatakan, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terbaru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi saat ini, terdapat ribuan bangunan sekolah yang memgalami kerusakan. Diantaranya, 931 bangunan bangunan SD kategori rusak berat, 2.453 rusak sedang dan 3.214 mengalami rusak ringan.
“Kemampuan kami untuk memperbaiki kelas yang rusak dengan berbagai kategori, memang tidak bisa tuntas dalam satu tahun. Tentunya dengan posisi anggaran yang terbatas. Maka kami akan memberbaiki bangunan secara bertahap,” jelas Jujun.
Ketik disinggung mengenai berapa jumlah sekolah yang akan diperbaiki oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi sepanjang tahun 2023.
Jujun menjawab, bahwa untuk bangunan SD di tahun ini terdapat 597 sekolah yang akan dilakukan rebah sedang dan rehab berat dengan besar anggaran mencapai Rp44 Miliyar.
Sementara, untuk bangunan sekolah tingkat SMP di wilayah Kabupaten Sukabumi, terdapat 42 sekolah yang akan dilakukan rehab sedang dan rehab berat dengan anggaran sekitar Rp4 miliyar.
“Tentu sangat jauh dari kebutuhan, tetapi kami akan tetap melakukan yang terbaik. Jadi, mengenai kondisi bangunan SDN Pacing, kalau tahun 2018 sudah diajukan, maka data sudah pasti tersimpan di database kami, dan akan menjadi prioritas.
Tetapi apapun itu, kami berusaha untuk melakukan yang terbaik dengan anggaran yang ada,” pungkasnya. (Den)
Data Dapodik terbaru Disdik Kabupaten Sukabumi
• Jumlah bangunan sekolah rusak
– 931 bangunan rusak berat
– 2.453 rusak sedang.
– 3 214 rusak ringan.
• AKAN DIPERBAIKI
– 597 bangunan SD akan diperbaiki tahun ini.
– 597 bangunan yang akan direhab itu, kategori rusak sedang dan berat.
– Anggaran perbaikan Rp44 Miliyar.
# Sumber : DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKABUMI






