KABUPATEN SUKABUMI

Remaja Sukabumi Sudah Tidak Malu Meroko di Ruang Publik

Psikolog Tuding Dampak Pembelajaran Online

SUKABUMI – Perokok kalangan usia pelajar di Kabupaten Sukabumi sepertinya semakin meningkat. Tidak sedikit, perokok usia remaja itu sudah tidak malu-malu merokok di ruang publik. Seperti halnya, yang terpantau Radar Sukabumi di Alun-Alun Kecamatan Cisaat, para remaja usia pelajar terlihat sudah tidak sungkan lagi merokok di hadapan publik.

Menyikapi hal itu, Psikolog Joko Kristianto menilai, prilaku remaja usia pelajar yang merokok tersebut berasal dari rasa keingintahuannya yang tinggi, termasuk dipengaruhi oleh lingkungannya.

“Tidak bisa dipungkiri memang, saat ini cukup banyak perokok anak usia pelajar yang sudah tidak malu lagi merokok di ruang publik, bahkan yang memakai seragam sekalipun,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi, Rabu (16/9/2020).

Berangkatnya jumlah perokok pada kalangan usia pelajar, lanjut Joko, bisa juga dipengaruhi oleh lemahnya regulasi dan kebijakan pemerintah dalam mengurusi pendidikan di tengah pendemi Covid-19.

“Sebetulnya, masalahnya adalah situasi semua yang serba tidak jelas dalam menghadapi Covid-19 ini, termasuk dalam pendidikan. Sampai saat ini, belum ada kebijakan yang komprehensif tentang pengawasan, evaluasi, monitoring pendidikan ditengah pendemi ini,” ungkapnya.

Dalam masa pendemi ini, masih lanjut Joko, para peserta didik terkesan diserahkan begitu saja kepada orang tua. Sedangkan, para orang tua dengan segala masalahnya tidak bisa sepenuhnya melakukan pengawasan dengan baik.

“Anak kan tidak sekolah, dirumah terkadang tidak ada aktivitas, sedangkan orang tua dengan segala masalahnya. Sehingga, tidak sedikit anak yang lebih memilih berkumpul dengan temanya di ruang publik, seperti halnya alun-alun,” bebernya.

Walaupun tidka cukup banyak orang tua yang melakukan konsultasi kepadanya tentang anaknya yang merokok, namun Joko sering menerima konsultasi dari orang tua terkait pola pembelajaran dirumah pasca tidak lagi belajar secara tatap muka disekolah.

“Yang paling banyak itu banyak yang konsul maslah dampak pembelajaran online dirumah serta dampaknya, ada yang saat ini lanjut dengan konseling dan sebagainya, tapi rata-rata itu kalangan masyarakat middle up,” pungkasnya. (upi/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button