Sementara itu, Kepala Desa Padabuenghar, Ence Rohendi kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya membenarkan perihal warga di wilayah Kedusunan Leuwipeundeuy yang mengeluhkan terkait kondisi jaringan listrik yang mengalami spaneng.
“Iya, itu karena belum ada jaringan kabel listrik dari PLN-nya. Kalau tiangnya sudah ada sekitar 17 tiang untuk mengaliri arus listrik lebih dari 60 rumah warga. Hanya saja, jaringan listrik belum ada. Seperti kabel listrik dan lainnya,” jelasnya.
Masyarakat untuk mendapatkan penarangan di malam hari, mereka harus memasang kabel listrik dari titik akhir jaringan PLN yang ada di wilayah tersebut.
“Itu jaraknya cukup jauh yah, ada lebih dari 20 meter ngambil listriknya dari KWh titik akhir. Iya, ngambilnya menggunakan kabel dan untuk menyangga kabelnya menggunakan pohon bambu. Kayanya, kabelnya juga bukan kabel SNI,” ujarnya.
“Di rumah warga tidak ada KWh-meter. Jadi pasang KWh-meter itu di lokasi dekat dengan tiang listrik dulu yang terakhir,” imbuhnya.
Untuk itu, ia berharap baik kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi maupun pihak PLN agar dapat memberikan bantuan agar di wilayah kedusunan tersebut, dapat menikmati listrik secara maksimal.
“Iya, kasihan warga kami. Selain itu, kami bersama warga juga khawatir kabel yang digunakan untuk mengambil listrik dari titik KWh akhir itu, korslet hingga menyebabkan keselatan jiwa. Apalagi, pada saat hujan deras, ranting pohon dikhawatirkan menimpa kabel itu,” pungkasnya. (Den)






