KABUPATEN SUKABUMI

PSBB Kabupaten Sukabumi, Warga Cikembar Malas Gunakan Masker

SUKABUMI – Kesadaran masyarakat Kabupaten Sukabumi dalam menggunakan masker di saat pandemi virus corona atau Covid 19, masih minim.

Warga banyak mengabaikan himbauan pemerintah agar penggunaan masker wajib digunakan. Terutama saat melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satunya, di pasar tradisional Penggeleseran banyak dikunjungi warga.

Padahal, pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Namun, faktanya saat ini masih banyak warga yang keluar rumah dan tidak menggunakan masker.

“Kesadaran warga memakai masker sangat minim. Untuk itu, kami bersama TNI, Polri, Satpol PP dan petugas dishub langsung turun ke lapangan. Iya, Kami tidak hanya memberikan himbauan, tetapi juga memberikan APD sebanyak 450 masker dan memakaikannya pada warga,” jelas Ketua Tim Gugus Tugas Pencegaran, Penyebaran Covid-19, Kecamatan Cikembar, Dading kepada Radar Sukabumi, Sabtu (9/5).

Menurutnya, saat pandemi Covid 19 pada umumnya masyarakat Kabupaten Sukabumi belum memahami secara benar mengenai upaya pencegahannya.

Hal tersebut, dapat terbukti saat dirinya memasuki sejumlah kios di lokasi pasar tradisional Panggeleseran yang masih banyak ditemukan warga yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker. Bahkan, ada yang bawa masker tetapi tidak dipakai.

“Bukan, hanya warga yang datang untuk membeli sembako saja yang tidak menggunakan masker. Tetapi, tidak sedikit juga para pedagang yang ada di pasar itu yang tidak menggunakan masker,” imbuhnya.

Seluruh masyarakat diwajibkan untuk menggunakan masker karena ketika seseorang berada di luar rumah akan ada banyak sekali ancaman penularan virus.

Apalagi saat pandemi Covid 19. Untuk itu, sesuai dengan anjuran pemerintah seluruh stakehoalder harus menggunakan masker, khususnya saat beraktivitas keluar rumah.

“Saya menghimbau kepada warga agar tetap diam dirumah saja dan tidak keluar rumah bila tidak ada keperluan mendesak,” pungkasnya. (den)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button