Emosi warga semakin memuncak, saat melihat kondisi pengaspalan jalan lingkungan tersebut tampak terlihat tipis. Kondisi tersebut, dinilai akan merugikan warga sekitar.
Khususnya warga yang memanfaatkan jalan tersebut. “Iya, jangankan kuat sampai tiga bulan. sekarang saja baru satu minggu lebih, itu aspalnya sudah mudah terkelupas, karena memang sangat tipis yah,” bebernya.
Keberadaan jalan tersebut, kata Empud, sangat dibutuhkan warga sekitar. Lantaran, kerap dijadikan akses untuk menghubungkan beberapa perkampungan yang ada di wilayah Desa Cireunghas. Diantaranya, untuk menghubungkan Kampung Cijambe, Leuwitiis, Karanganyar dan Kampung Rawabelut.
“Kalau melihat kondisi seperti ini, kami yakin usia jalan yang baru diaspal itu tidak akan bertahan lama. Sehingga, akan kembali rusak,” timpalnya.
Untuk itu, ia bersama warga lainnya berharap kepada pemerintah, jika hendak melakukan pembangunan infrastuktur diharapkan agar memperhatikan kualitas dan kuantitasnya badan jalan. Hal tersebut, harus dilakukan agar masyarakat dapat menikmati keberadaan jalan tersebut, secara maksimal.
“Iya, inginya sih jangan asal-asalan yah kalau mahu memperbaiki jalan itu. Jangan seperti ini, baru satu mingguan jalan yang baru diaspal itu, sudah mudah terkelupas,” pungkasnya. (Den)






