Saat memberhentikan bus yang dikemudikannya, TR langsung melihat kekebalang dan ia dibuat kaget karena dibelakang bus-nya ada orang yang tergeletak di jalan raya dan dikerumini iringan massa dengan membawa drum band. “Saya itu, diberhentikan oleh pemotor itu, sekitar 20 meter dari titik lokasi kejadian. Setelah melihat ada yang tergeletak, saya langsung telphone pengurus bus,” imbuhnya.
Setelah menghubungi pihak pengurus bus, TR langsung bergegas mengemudikan kembali busnya dan penumpangnya ke Terminal Kota Sukabumi. Hal ini, terpaksa ia lakukan untuk menghindari amukan massa. “Penumpang di bus saya itu, ada sekitar 15 orang kurang lebihnya. Saya langsung berangkat mengantar penumpang ke terminal itu, karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Jadi bukan melarikan diri yah,” imbuhnya.
Setiba di Terminal Kota Sukabumi dan menurunkan penumpangnya, TR langsung melapor kepada Kepala Poll Bus Laju Utama. Setelah itu, ia langsung pulang ke rumahnya dengan maksud untuk mencari ketenangan dan meminta izin kepada orangtuanya. “Iya, sakinya paniknya handpone saya mati karena gak di cas. Saya pergi ke rumah ibu untuk minta doa restu,” paparnya.
Tidak lama setelah itu, tepatnya sekitar pukul 18.00 WIB ia bertemu dengan pengurus Bus Laju Utama dan setelah itu, TR bersama anggota Bus Laju Utama pergi ke Kantor Unit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota. “Pihak pengelola Bus Laju Utama sudah mendatangi keluarga korban dan berkoordinasi terkait kejadian ini dengan pihak kepolisian,” pungkasnya. (Den)






