Polres Sukabumi Amankan 10 Tersangka Pengeroyokan Warga Bojonggenteng Hingga Tewas

Polres-Sukabumi
Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri

BOJONGGENTENG – Jajaran kepolisian Polres Sukabumi amankan 10 orang diduga telah melakukan penganiayaan dengan pemgeroyokan terhadap korban hingga meninggal dunia yang terjadi di jalan Pakuwon, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng.

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan 10 orang tersangka tersebut, kata Kapolres Sukabumi terjadi Selasa, (14/11) sekitar pukul 01.30 Wib terhadap MA (18) warga kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Maruly menegaskan, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para tersangka yang dilakukan unit Satreskrim peristiwa berawal saat itu ketua grup kelompok bermotor parung kuda dengan kelompok bermotor seputaran Bojong genteng janjian untuk menantang atau berperang yakni berinisial I (18) dan L (18) melalui media sosial.

Sehingga, kata Maruly lagi kedua ketua grup tersebut menginformasikan kepada anggotanya akan dilakukan tawuran, setelah itu bersama mereka bertemu di TKP dan langsung saling serang, dengan korban MA melawan tersangka I menggunakan senjata tajam cerulit. Kemudian korban sempat mundur setelah melihat tersangka I memegang kelewang yang diberikan oleh tersangka B yang saat ini masih DPO.

Korban yang sebelumnya mundur, kemudian di dikejar oleh tersangka I dan R hingga terkena bacokan senjata tajam dibeberapa baikan tubuhnya yakni, bagian dada, perut dan tangan, korban dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke tempat medis oleh temannya.

“Peristiwa ini sempat viral, bahwa terjadi pengeroyokan terhadap salah satu anak di bawah umur di media sosial,” ujar Maruly. Rabu, (6/12).

Dari video yang viral di media sosial tersebut, kata Maruly lagi jajaran kepolisian melakukan penelusuran dan pendalaman, sehingga didapatkan beberapa wajah yang teridentifikas berdasarkan catatan sipilnya.

“Nah malam itu juga berhasil diamankan 8 orang diduga pelaku, setelah diamankan mengarah ada dua orang pelaku lagi yang belum bisa ditemukan, dari 8 orang ini 7 orang masih dibawah umur sehingga proses penyidikannya berbeda, bersifat tertutup dan waktunya lebih cepat,” jelasnya.

“Sehingga 7 orang anak berhadapan dengan hukum yang diamankan pada malam pertama sudah di limpahkan perkara dan tersangkanya serta barang bukti ke pengadilan negeri untuk dilakukan sidang seccara tertutup,” imbuhnya.

Sementara satu orang terduga pelaku, lanjut Maruly jajaran kepolisian melakukan pendalaman dan pengembangan serta mengejar untuk dua orang yang sempat buron, I dan R hingga akhirnya dalam waktu 4 kali 24 jam yang bersangkutan teridentifikasi berpindah-pindah tempat.

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede
Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede didampingi Kasatreskrim

“Sampai dengan terakhir didapatkan di seputaran Banten, kemudian satu lagi itu didapatkan di daerah Cisolok. Jadi pelariannya sempat keluar Kabupaten Sukabumi, dan satu lagi L juga berhasil diamankan,” terangnya.

“Total yang diamankan dari perkara pengeroyokan mengakibatkan korban meninggal dunia yaada 10 orang , 7 di antaranya adalah anak di bawah umur dan 3 pelaku masuk dalam kategori dewasa dan sekarang diproses sebagaimana ketentuan yang diatur dalam KUHP,” sambungnya.

Masih kata Maruly, dari tangan para tersangka, turut diamankan sejumlag barang bukti yakni satu buah celurit berukuran besar yang terbuat dari besi dua buah celurit berukuran sedang yang terbuat dari besi yang digunakan oleh para pelaku khususnya yang melakukan pembacokan kepada korban.

“Terhadap para pelaku diterapkan pasal 338 KUHPidana yaitu maksimal 15 tahun, pasal 170 maksimal 12 tahun, pasal 351 ayat 3, 7 tahun dan untuk undang-undang darurat paling lama 10 tahun, jadi para pelaku khususnya yang 3 orang yang sudah dewasa diterapkan pasal berlapis,” paparnya.

“Sementara untuk 7 orang pelaku anak di bawah umur diterapkan dengan undang-undang Peradilan Anak,” tandasnya. (Ndi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *