KABUPATEN SUKABUMI

Perusahaan Penyebab Longsor di Cikembar Dipanggil

CIKEMBAR — Pasca wilayah Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, diterjang bencana banjir dan longsor hingga menyebabkan ruas jalan desa tertutup material longsor, pemerintah Desa Kertaraharja berencana akan memanggil sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk duduk bersama dengan masyarakat dalam mengantisipasi bencana alam.

Kepala Desa Kertaraharja, Yati didampingi Wakil Ketua BPD Desa Kertaraharja, Deden Gles mengatakan, pemanggilan sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Desa Kertaraharja ini, sangat penting dilakukan untuk menyelesaikan persoalan bencana banjir dan longsor yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

Dimana, bencana tersebut telah mengakibatkan ruas jalan yang menghubungkan Kampung Cirumput, Pondok Bitung, Padasuka dan Kampung Awilega ini, tertimbun material longsor berupa tanah, batu dan lumpur sepanjang 20 meter dengan lebar 2,5 meter.

Akibatnya, jalan yang merupakan milik pemerintah desa itu, tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat hingga lebih dari 1 x 24 jam.

“Ada empat perusahaan yang akan kita panggil untuk musyawarah bersama masyarakat. Salah satunya PT Tri Bintang yang merupakan perusahaan bidang pengolahan teh.

Iya, perusahaan ini akan dipanggil karena pagar milik perusahaan itu ambruk dan menutupi akses lalu lintas,” kata Deden kepada Radar Sukabumi.

Empat perusasahaan yang akan dipanggil itu, sambung Deden, akan dimintai pertanggung jawabanya soal pengelolaan limbah, khususnya pada pengelolaan UPL dan UKL.

“Ini, harus dilakukan karena saat hujan deras seperti kemarin, air bah dari perusahaan itu, telah meluap dan memasuki pemukiman penduduk dan lahan persawahan warga dengan luas sekitar tujuh hektare.

Iya, intinya harus ada perbaikan dalam pembangunan drainasenya. Sehingga, saat hujan deras air tidak kembali meluap dan merusak lingkungan,” paparnya.

Menurut Deden, saat hujan yang menyebabkan banjir dan longsor, sejumlah warga Desa Kertaraharja telah memprotes soal keberadaan perusahaan.

Lantaran, dalam aktivitasnya dinilai tidak memperhatikan lingkungan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka pemerintah Desa Kertaraharja berencana akan melakukan pemanggilan kepada sejumlah perusahaan tersebut.

“Suratnya sudah kami berikan kepada pihak perusahaan. Inysa Allah dalam waktu dekat ini, akan melakukan musyawarah untuk mencari solusi yang baik dari kedua belah pihak,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button