KABUPATEN SUKABUMI

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sukabumi Minus 5 Persen Gara-gara Covid-19

×

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sukabumi Minus 5 Persen Gara-gara Covid-19

Sebarkan artikel ini
Anggota Sekretariat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sehendi saat ditemui. FOTO: LUPI PAJAR HERMAWAN//RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi di tahun 2020 minus hingga 5 persen akibat pendemi Covid-19. Hampir seluruh sektor produktif terganggu sehingga pertumbuhan ekonomi (PDRB) Kabupaten Sukabumi terkontraksi minus 1,08 persen atau menurun dibanding tahun 2019 yang mencapai sebesar 5,07 persen.

Anggota Sekretariat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sehendi mengungkapkan, berdasar rilis BPS terkait pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi pada 2020, terkontraksi minus 1,08 persen atau menurun dibanding tahun 2019 yang mencapai sebesar 5,07 persen.

Bank bjb Tandamata

“Ya, hasil dari BPS pada 2020 lalu Kabupaten Sukabumi, pertumbuhan ekonominya minus diangka 5 peren, Hal ini dikarenakan pandemi covid-19 yang menurunkan ekonomi di Indonesia, termasuk Sukabumi,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Senin (26/4/2021).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 25,98 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan terendah dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Perusahaan sebesar minus 10,17 persen.

“Walaupun laju jasa perusahaan minus, lapangan usaha informasi dan komunikasi masih memberikan andil pertumbuhan positif bagi Kabupaten Sukabumi,” sebutnya.

Deden menyebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi dari tahun 2016 hingga tahun 2019 cenderung stabil namun tetap mengalami pelambatan dan peningkatan pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi dari tahun 2011 hingga tahun 2016 cenderung mengalami trend yang fluktuatif dengan gap peningkatan dan pelambatan pertumbuhan yang cukup tinggi.

“Laju ekonomi Kabupaten Sukabumi dari tahun 2016 hingga tahun 2019 cenderung stabil bahan terus berkembangan dan  memiliki trend pertumbuhan yang fluktuatif dengan gap perubahan yang cukup kecil apabila dibandingkan dengan rentang tahun 2011 hingga 2016,” terangnya.

Deden merinci, pada awal  2011 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi sebesar 4,42 persen, kemudian menguat menjadi 6,38 persen pada tahun 2012, namun melambat kembali pada tahun berikutnya hingga 5,51 persen.

” Perekonomian Kabupaten Sukabumi tumbuh rata-rata sebesar 5,44 persen per tahun pada rentang tahun 2011 hingga tahun 2015. Perekonomian Kabupaten Sukabumi pada rentang tahun 2016 hingga tahun 2019 tumbuh rata-rata sebesar 5,79 persen per tahun, pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan berbagai sektor ekonomi,” rincinya.

Apabila dibandingkan dengan Kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat LPE Kabupaten Sukabumi berada diatas rata-rata Jawa Barat, dan pada tahun 2019 berada pada posisi ke-13.
Hal tersebut menunjukkan, perekonomian Kabupaten Sukabumi telah stabil dan berada diatas ratarata kabupaten kota di Jawa Barat.

“Semoga saja pada 2021 ini pertumbuhan ekonomi kembali menggeliat seiring dengan upaya-upaya pemulihan yang dilakukan, terutama di sektor UMKM yang harus di bangkitkan,” pungkasnya. (upi/rs)