Ramadan

Di Jerman, Ada Masjid Indonesia yang Tetap Meriahkan Ramadan di Tengah Pandemi

×

Di Jerman, Ada Masjid Indonesia yang Tetap Meriahkan Ramadan di Tengah Pandemi

Sebarkan artikel ini
Ketua Masjid Al Falah-IWKZ, Berlin, Muhammad Juan Akbar (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)

RADARSUKABUMI.com – Ramadan biasa selalu dirayakan dengan meriah di Masjid Al Falah, Indonesischer Weisheits- & Kulturzentrum (IWKZ) yang berlokasi di Berlin, Jerman. Namun, sejak tahun lalu, meski masih ada kegiatan, namun tentu tak semeriah sebelum pandemi Covid-19 menyerang.

Ketua Masjid Al Falah Muhammad Juan Akbar mengatakan, meningkatkan kasus Covid di Jerman beraktivitas yang bisa dilakukan di masjid yang berlokasi di Perleberger Str. 61, Berlin itu. ’’Sebelum pandemi, pada 2019, kami biasanya mengundang ustaz dari Indonesia. Dia menetap di masjid selama sebulan untuk memberikan kajian selama Ramadan,’’ ungkap Juan.

Bank bjb Tandamata

Selain itu, kegiatan-kegiatan khas Ramadan lainnya juga rutin digelar di Masjid Al Falah. Mulai buka bersama, sahur bersama, sampai melaksanakan Salat Tarawih. Karena pengetatan aturan, kegiatan-kegiatan tersebut pun sangat dibatasi.

Selama Ramadan tahun ini, mereka hanya melaksanakan ibadah salat wajib dari Dhuhur sampai Maghrib. Mereka tidak bisa menyelenggarakan salat Subuh dan Isya karena terbentur jam malam. Buka bersama dan sahur bersama ditiadakan.

Sebagai gantinya, setiap Sabtu, para jamaah Masjid Al Falah menghimpun sumbangan dari jamaah untuk diwujudkan dalam pembagian nasi kotak untuk buka puasa. ’’Ada yang menyumbang uang, bahan belanjaan, atau makanan jadi. Nanti itu dimasak untuk 150 porsi,’’ ungkap pria yang sudah tinggal di Jerman selama 11 tahun itu.

Mayoritas, nasi kotak tersebut diberikan kepada para mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Berlin. Untuk mendapatkan makanan buka puasa tersebut, siapa pun yang menginginkan harus memesan terlebih dulu, baru kemudian diambil ke masjid pada Sabtu sore.

Selain itu, masih ada kajian-kajian via online. Misalnya yang dilakukan oleh ibu-ibu pada Selasa dan Kamis. Kemudian setiap Sabtu sore ada kegiatan mengaji bersama. ’’Para mahasiswa juga bikin radio sahur melalui aplikasi Discord,’’ ucap dia.

Mengenai salat Idul Fitri berjamaah, dirinya masih belum bisa memberika kepastian. Sebab, kondisi yang terkait dengan kasus Covid masih sangat dinamis. Selain itu, dia pun membutuhkan koordinasi dengan pihak KBRI jika ingin menyelenggarakan salat Idul Fitri berjamaah. (jpc/izo)