KABUPATEN SUKABUMI

Pergerakan Tanah Terjang Purabaya

PURABAYA — Peristiwa bencana pergerakan tanah kembali terjadi. Kali ini, sedikitnya empat rumah warga di Kampung Cikupa, RT 22/3, Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya, terancam rusak.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiawan mengatakan, setelah mendapatkan laporan, ia bersama anggota lainnya langsung melakukan peninjauan ke lokasi bencana untuk memastikan penyebab pergerakan tanah tersebut.

“Dari total 35 rumah di kampung itu, hanya ada empat rumah yang terancam pergerakan tanah ini,” jelas Eka kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, kemarin (6/11).

Saat pihaknya melakukan asessmen ke lapangan, sambung Eka, BPBD menemukan dua lokasi pergerakan tanah di wilayah Kampung Cikupa. Yakni, di wilayah perbukitan dan satu lokasi terjadi di wilayah pemukiman penduduk.

“Hasil peninjauan dan kajian teknis di lapangan, pergerakan tanah ini tidak membahayakan. Makanya, untuk sementara waktu warga disana tidak kami evakuasi,” ujarnya.

Berdasarkan kajian teknis dilapangan, ujar Eka, pergerakan tanah ini diduga akibat dari dampak musim kemarau yang berkepanjangan. Sehingga mengakibatkan retakan dibagian permukaan tanah dengan dengan panjang sekitar 100 meter, lebar lima centimeter dan kedalaman retakan sektiar 100 centimeter.

“Pada 20 tahun silam di wilayah ini sempat terjadi retakan tanah. Sehingga, di massa itu terdapat beberapa penduduk yang pindah ke tempat lebih aman. Untuk mengantisipasi bencana ini, rencananya kita akan koordinasi dengan dinas dinas terkait dan pemerintah setempat untuk membuatkan saluran air di lokasi pemukiman penduduk,” bebernya.

Untuk memastikan secara ilmiah terkait penyebab pergerakan tanah tersebut, rencananya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung akan meninjau ke loaksi pergerakan tanah pada Kamis (7/11).

“Untuk kajian secara teknis, kami pastikan kondisi pergerakan tanah ini aman dan tidak akan meluas. Namun, untuk memastikan perkembangannya secara ilmiah, nanti kita menunggu hasil peninjuan dari BMKG. Insya Allah, besok mereka akan ke sini,” pungkasnya. (den/d)

Tags

Tinggalkan Balasan