Pergerakan Tanah Purabaya Merajalela, Tim Ahli PVMBG Diminta Menkaji

  • Whatsapp
Warga saat menyaksikan kondisi pergerakan tanah yang mengakibatkan kerusakan beberapa rumah di Kampung Batu Gede, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya.

PURABAYA — Ratusan warga di Kampung Batu Gede, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, dihantui rasa was-was setelah wilayah tersebut dilanda bencana pergerakan tanah pada beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, bencana pergerakan tanah yang terjadi di wilayah RT 6/3 ini, telah mengancam mengancam sebanyak 217 jiwa. Kini, warga setempat tengah siaga dan pemerintah setempat berencana mengevakuasi ratusan warga di kampung tersebut.

Bacaan Lainnya

Koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan asessmen petugas dilapangan, bencana pergerakan tanah ini terjadi setelah wilayah tersebut dilanda hujan deras sejak beberapa hari terkahir.

“Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat bencana pergerakan tanah ini, telah menyebabkan 49 rumah warga terancam bencana itu,” jelas Daeng kepada Radar Sukabumi, Jumat (6/2).

Dari puluhan rumah penduduk, sambung Daeng, empat rumah diantaranya mengalami kerusakan cukup berat dan dua rumah warga lainnya mengalami rusak ringan.

“Kebanyakan, bangunan rumah yang rusak akibat bencana ini, mengalami retakan di bagian dinding dan lantai rumahnya,” paparnya.

Menurut Daeng, bencana pergerakan tanah di wilayah Desa Cimerang itu, bukan pertama kalinya terjadi. Sejak tahun 2012 silam, setiap hujan deras, wilayah tersebut pasti diterjang pergerakan tanah.

“Namun, bencana untuk tahun ini, memang lebih besar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bahkan, bencana saat ini menyebabkan tebing setinggi dua meter lebih yang lokasinya berada tidak jauh dari perkampungan longsor,” bebernya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *