Penebangan Pohon Diprotes ,Pohon Kokoh dan Kuat Turut ‘Dibabad’

WARUNGKIARA – Warga Desa/Kecamatan Warungkiara protes terhadap proyek penebangan dan pemangkasan pohon di sepanjang jalan nasional, khususnya yang berada di kawasan wilayah Warungkiara.

Pasalnya, akibat dari penebangan pohon itu, aliran listrik di wilayah tersebut sudah dua hari ini mengalami pemadaman akibat jaringannya tergangggu.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, pohon yang paling dipersoalkan warga itu berada di perlintasan Kampung Warungkiara, RT 01/01, Desa/Kecamatan Warungkiara.

Karena, selain pihak pelaksana tidak melakukan koordinasi dengan pemerintah desa sebelum pelaksanaan penebangan, juga pohon tersebut diduga tidak masuk dalam daftar pohon yang harus ditebang. Pasalnya, warga menilai pohon tersebut kokoh dan tidak rawan tumbang.

Seorang warga setempat, Rudi Haryadi (43) mengatakan, pihaknya setuju dengan adanya penebangan pohon dimulai dari Cikembang sampai Bagbagan, Palabuhanratu karena untuk mengurangi resiko kecelakaan. Hanya saja, seharusnya pohon yang ditebang itu merupakan pohon yang benar-benar rawan tumbang dan membahayakan pengguna jalan.

“Kalau pohon ini kan masih kuat dan kokoh, masa ditebang. Harus diingat, akibat penebangan ini warga merasa dirugikan,” ujar Rudi saat dihubungi Radar Sukabumi, kemarin.

Hal yang merugikan bagi warga itu, lanjut Rudi, yakni penerangan lampu atau listrik ke Desa Warungkiara sudah dua hari ini terganggu. PLN terpaksa memutus sementara jaringan, karena kabelnya terganggu akibat pohon yang ditebang itu. Ironisnya, kabel PLN mulai dari Ubrug sampai Warungkiara, sekarang kondisinya membahayakan karena jarak dengan tanah begitu dekat.

“Lihat saja kabel-kabel mulai Ubrug sampai Warungkiara, kabelnya belum dibetulkan dan sangat membahayakan. Ini menurut kami, pihak pelaksana juga kurang koordinasi dengan PLN,” imbuhnya.

Pria yang menjabat sebagai Sekjen Laskar Merah Putih Indonesia untuk MAC Warungkiara ini berharap, pemerintah melalui Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan. Jangan sampai, penebangan pohon ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup kepentingan pribadi.

“Kepada pihak yang berwajib juga tolong perhatikan dan awasi kegiatan ini. Jangan sampai ada pemanfaatan yang dapat merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, pelaksana kegiatan, Iing Solihin mengaku, pohon yang dipersoalkan warga itu merupakan pohon yang sudah masuk dalam daftar penebangan. Terkait dengan tanda, memang tidak semua pohon yang ditebang mengikuti tanda.

“Pohon itu masuk dalam daftar penebangan. Itu diajukan warga setahun yang lalu karena rawan tumbang,” timpalnya.

Terkait dugaan kurang koordinasinya dengan pihak PLN, Iing juga mengaku sudah jauh-jauh hari menyampaikan kepada pihak PLN bahwa akan dilakukan penebangan.

“Sudah, kami sudah koordinasikan dengan pihak PLN,” singkatnya.

Di tempat terpisah, anggota Satpol PP Kecamatan Warungkiara, Zamjuri menambahkan, penebangan pohon yang berpotensi tumbang memang tidak seluruhnya merujuk pada tanda.

“Ada memang sebagian yang ditandai dan tidak ditandai, saya sudah berikan himbauan kepada pelaksananya agar memprioritaskan pohon yang ditandai dan pohon yang memang rawan tumbang,” ungkapnya.

Adapun keluhan masyarakat tentang penebangan, dirinya mengaku bakal menyampaikan kepada pimpinan supaya segera dilakukan koordinasi dengan jajaran Muspika.

” Secepatnya kami sampaikan kepada Pak Camat,” singkatnya. (cr15/t)

Pos terkait