Pencarian Nelayan Pangandaran Terkadala Cuaca

  • Whatsapp
Petugas gabungan saat melakukan pencarian korban laka laut di perairan Selatan Sukabumi.

RADARSUKABUMI.com – Proses pencarian dua korban laka laut di wilayah Selatan Sukabumi, terkendala cuaca buruk, ombak yang tinggi disertai angin kencang menyulitkan tim SAR gabungan untuk mencari jasad korban yang hilang di perairan Selatan Sukabumi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, sebelum dinyatakan menghilang korban yang bernama Damiri (55) dan temannya yang bernama Rudi (55) serta Riki Aji Firmansyah (21) asal warga Ciamis, Kabupaten Pangandaran itu, telah berangkat pada Minggu (5/7) lalu untuk mencari ikan dan mulai berlayar di perairan Laut Pangandaran menuju perairan Laut Selatan Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Diduga kapal yang mereka tumpangi digulung ombak. Namun, dari ketiga korban laka laut itu, satu korban atas nama Riki telah ditemukan tewas dengan posisi tergeletak di pesisir Pantai Cikelewung sekitar 06.00 WIB pada Jumat (10/7) lalu.

“Kami sudah berupaya maksimal untuk mencari keberadaan dua korban laka laut ini, Namun, hingga hari ke enam pencarian tim SAR belum membuahkan hasil,” kata Koordinator FKSD Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri kepada Radar Sukabumi, Selasa (14/7).

Saat tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Kabupaten Sukabumi, P2BK, SARDA dan nelayan, telah melakukan pencarian. Namun, mereka terkendala cuaca angin di pantai Selatan Sukabumi yang cukup ektrim. “Sekarang ketinggian gelombangnya tiga sampai empat meter,” ujarnya

Akibat cuaca ekstrim, sambung Okih, petugas tidak bisa melakukan pencarian ke laut. Mereka hanya melakukan penyisiran pantai dan pengamatan visual mulai dari lokasi penemuan jenazah yang pertama di Cikangkung Ciracap sampai wilayah pantai Karang Gantung.

“Kami sudah melakukan penyisiran darat mulai dari Karang Gantung – Cikarang Ponton – Villa Assabaland – Pantai Pamunguan. Namun, jasad korban laka laut ini belum juga ditemukan” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *