Hingga kini, korban tenggelam baru tercatat sebanyak 28 orang. Dua dinyatakan tewas, dua hilang dan 24 orang selamat. “Mudah-mudahan tidak ada tambahan korban lagi. Para petugas juga selalu mengimbau agar wisatawan tidak mandi terlalu tengah. Apalagi di zona merah,” imbuhnya.
Untuk diketahui, korban atas nama Aden bersama dua rekannya, Asep Depril (31) dan Ilham Maulana Ridwan (30) sedang mancing di atas batu karang. Tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh ke laut sehingga korban terseret dan terbawa arus ke tengah sehingga korban hilang tenggelam.
Saat tenggelam, korban mengenakan celana pendek biru dan kaos pendek putih bercorak. Petugas yang mendapatkan informasi itu, langsung melakukan pencarian di sekitar Tempat Kejadian Musibah (TKM). Bukan hanya menyisir pantai, tim gabungan juga melakukan pencarian menggunakan perahu milik nelayan.
Untuk korban kedua, korban mengenakan baju kaos biru, celana pendek merah, rambut ikal dan rambut belakang diikat karet.
Sekitar pukul 07.30 WIB, korban berenang bersama rekannya. Setelah satu jam mereka mandi melawan derasnya arus Pantai Citepus, sekitar pukul 08.30 WIB tiba-tiba korban digulung ombak besar dan terseret arus deras. Rekannya, Wahid yang melihat berusaha menolong korban, namun arus yang lebih kuat menarik korban hingga tenggelam. (ryl)





