Sejak jembatan gantung dibangun hingga saat ini dikunjungi ribuan pengungjung dari berbagai daerah, pemerintah daerah belum menerima PAD-nya. Lantaran, saat ini pendapatan dari jembatan gantung masuk langsung kepada pemerintah pusat. “Untuk itu, kita akan upayakan segera mungkin agar PAD jembatan gantung itu masuk ke PAD Kabupaten Sukabumi,” imbuh Marwan yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi tersebut.
Orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini mengaku, sektor pariwisata dinilai sebagai kunci pembangunan kesejahteraan dan kebahagian masyarakat Sukabumi. Karena, pariwisata tidak hanya bisa meningkatkan PAD, namun juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan, pengembangan usaha dan insfrastruktur. “Bapenda sudah melayangkan surat kepada Kementrian Keuangan Republik Indonesia tentang pemungutan pajak daerah di kawasan Taman Nasional pada 19 Maret 2019 lalu. Saat ini, kita terus perjuangkan agar jembatan gantung itu masuk ke kita PAD-nya,” timpalnya.
(den/t)






