“Saya berharap kepada warga agar tetap bersabar dan bila hendak menyampaikan aspirasi terkait pungli ini, disampaikan dengan cara santan dan tidak anarkis,” timpalnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, Abdullah Mashudi mengatakan, praktik Pungli yang terjadi PT GSI terhadap pencaker sangat ironis. Terlebih lagi, oknum dalam menjalankan aksinya terang-terangan mematok harga yang cukup fantastis.
“Hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Disnakertrans beserta tim saber pungli untuk segara melakukan investigasi dan menguak kasus ini sampi ke akarnya,” jelasnya.
Selain itu, dalam menyikapi persoalan tersebut, perlu adanya kerjasama dengan seluruh stekholder, khususnya serikat pekerja yang berada di perusahaan itu untuk lebih meningkatkan pengawasannya.
Pasalnya, kasus praktik Pungli rekrutmen karyawan di PT GSI ini sudah terjadi sejak lama dan menjadi momok memalukan bagi daerah dan perusahaan.
“Sebab itu, GMNI Sukabumi mendesak pemerintah daerah untuk menunjukan keberanian dan ketegasannya dalam mengusut tuntas Pungli yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab,” ujarnya.





