Soal PAT SD Kurang Elok, Bupati Sukabumi: Mental Anak jangan Dirusak

  • Whatsapp
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami

SUKABUMI – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengaku akan segera menyikapi terkait adanya lembaran soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) mata pelajaran PJOK SD semester II yang dinilai sebagian pihak kurang elok.

Menurut Marwan, meskipun belum mendengar terkait ramainya soal lembaran PAT itu, namun dirinya akan segera mencermati terlebih dahulu. Apalah soal itu dari Nasional atau muatan daerah.

Bacaan Lainnya

“Saya belum ada gambaran dan baru saya dengar. Situasi dan kondisi pendidikan anak ini kan harus diikuti. Tetapi yang jelas, mental anak itu jangan dirusak dengan dalih soal-soal yang harus diinterpretasikan berbeda,” ujar Marwan.

Orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini menegaskan, seharusnya bagaimana anak itu diberikan pendidikan karakter, sehingga mereka memahami kondisi lingkungan dimana mereka tinggalnya dan keluargnya. “Nanti akan kita evaluasi dan saya kontak kepala dinasnya (Dinas Pendidikan),” tegasnya.

Sebelumnya kalangan pendidik diramaikan oleh berbagai group aplikasi perpesanan dengan lembaran soal PAT mata pelajaran PJOK SD semester II yang memperlihatkan soal-soal pilihan ganda yang dinilai sebagian pihak kurang elok.

Soal mata pelajaran PJOK yang dianggap kurang baik bagi siswa kelas V SD di Sukabumi tersebut membahas masalah alat reproduksi, pelecehan seksual sampai dengan jenis-jenis narkoba.

Sementara itu, Praktisi Pendidikan, Dudung Narullah Koswara juga ikut angkat bicara terkait persoalan tersebut. Menurutnya, tentang pendidikan seksual kepada anak SD cukup debatebel. Karena memang, di saat ketimuran hal ini masih cukup tabu, beda halnya dengan pada adat kebaratan.

“Yang pasti kita tidak menghakimi ya, apakah itu mendidik atau tidak. Tetapi saya rasa pendidikan seksual yang vulgar itu ya minimal diberikan kepada anak SMA lah,” terangnya.

Terakhir Dudung berpesan, tugas guru adalah mengayomi, mengajar dan mendidik karakter terkait pengetahun anak-anak peserta didik. “Ayomi lah murid, didiklah pengetahuannya yang sesuai,” singkatnya. (ris/upi/t)

loading...

Pos terkait