Pemkab Sukabumi Siapkan Sistem Integrasi

Bupati Sukabumi Marwan Hamami
Bupati Sukabumi Marwan Hamami menunjukkan nota kesepahaman Program Gerakan Menuju Kota Cerdas yang telah ditandatangani, Kamis (21/4).

SUKABUMI – Bupati Sukabumi Marwan Hamami bersama kepala daerah dari 49 kota/kabupaten seluruh Indonesia menandatangani nota kesepahaman Program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City).

Dalam acara yang dilaksanakan secara virtual, Marwan menandatangi nota kesepahaman dari Pendopo Sukabumi, Kamis (21/4).

Bacaan Lainnya

Penandatangan tersebut, dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha, Kepala Bappelitbangda Asep Abdul Wasit, dan pejabat terkait lainnya.

Marwan Hamami mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman itu, sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Khususnya, dalam memberikan kemudahan penyelenggaraan pemerintah maupun layanan kepada masyarakat.

“Salah satu hal yang dilakukan ialah, menyiapkan sistem yang terintegrasi, perwujudan sistem tersebut, akan membuat konektivitas masyarakat dengan penyelenggara pemerintah tak terbatas sehingga satu sistem yang terkoneksi secara menyeluruh,” ucapnya.

Dari sisi administrasi pun, secara bertahap mengarah ke sistem digitalisasi seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Di sini, dinas terkait harus berinovasi dan membuat berbagai terobosan,” ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan, Kominfo RI berupaya menumbuhkan lebih banyak kota cerdas di Indonesia. Melalui inisiatif gerakan menuju smart city, telah ada 191 kota/kabupaten yang tergabung di Indonesia hingga 2022 ini.

“Jumlah tersebut, setelah ada penambahan 50 kota/kabupaten yang tergabung dalam gerakan menuju smart city di 2022 ini,” bebernya.

Menurutnya, sebuah daerah bisa dikatakan smart city ketika kota itu mampu mendayagunakan data dan teknologi digital untuk membuat kebijakan yang lebih baik dan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat.

“Manfaat pendayagunaan data dan teknologi digital melalui smart city, bisa meningkatkan efisiensi dan produktifitas birokrasi pemerintahan. Jadi, smart city, tidak sekadar dilihat banyaknya platform aplikasi ,” terangnya.

Berkaitan hal tersebut, Kominfo RI akan hadir memberikan pendampingan. Sehingga, para kepala daerah bisa mendapatkan input formulasi kebijakan dalam bentuk rencana induk smart city yang tepat dan akurat.

“Kominfo siap memberikan pendampingan terbaik dalam pemanfaatan teknologi digital di semua level,” jelasnya.

Menkominfo berharap, momen penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi penguat kolaborasi bersama. Terutama dalam mewujudkan smart city di Indonesia.

“Mari bersama menjaga momentum sinergi dalam mendorong inovasi mewujudkan Indonesia terkoneksi. Semakin digital, semakin maju,” pungkasnya. (izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.