“Kebutuhan harga bawang putih ini dipengerahui harga impor. Sehingga wajar jika harga bawang putih saat ini mengalami kenaikan. Namun, kenaikan ini tidak akan berlangsung lama. Ya paling juga satu sampai dua pekan mendatang harganya akan kembali normal,” timpalnya.
Untuk memastikan pasokan bawang putih aman, pemerintah juga akan mengawal komoditas tersebut mulai dari petani hingga ke pasaran. “Intinya kita sudah persiapkan secara matang untuk kebutuhan masyarakat jelang Ramadhan dan lebaran tahun ini,” paparnya.
Di tempat yang sama, Direktur PT Solusi Pangan Nasional (SPN), Arief Widya mengatakan, saat ini kebutuhan bawang putih hampir seluruhnya importir dari Cina.
Hal tersebut dipengaruhi berbagai faktor, seperti minimnya petani yang secara signifikan menanam bawang putih. Untuk mengantisipasi hal ini, maka pihaknya bekerjasama dengan para petani di wilayah untuk menanam bawang putih importir dari Taiwan dengan luas sekitar 22 hektare.
“Insya Allah, pada 2021 mendatang kita tidak lagi melakukan impor bawang putih. Karena dari sekarang sudah dipersiapkan. Untuk itu, seluruh hasil penan saat ini, tidak akan kita jual untuk dikonsumsi, namun akan kita jual untuk pembibitan.
Sehingga diharapkan kedepannya nilai jual importir bawang putih di Sukabumi dapat terkendali,” pungkasnya. (Den/d)





