SUKABUMI-Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mendatangi tiga perusahaan yang ada di Kecamatan Cikemabar dan Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, Rabu (27/9).
Ia bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yusuf Maulana dan sejumlah pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi, mendatangi PT. Glostar Indonesia (GSI) Cikembar, PT Lakmirani Amitra Garmindo dan PT. Yakult Indonesia Persada Kecamatan Cicurug.
Kunjungan kepada tiga perusahaan ini sebagai upaya untuk mengetahui secara langsung tiga persoalan utama yang sudah lama menjadi aspirasi dan keluhan-keluhan masyarakat dan karyawan perusahaan itu sendiri. Tiga persoalan itu yakni soal kemacetan lalu lintas, masalah kuota penerimaan karyawan laki-laki dan permasalahan upah yang layak sesuai upah minimum kerja (UMK).
“Kami ingin mendengar langsung beberapa keluhan, baik dari buruh itu sendiri, serikat atau dari pihak pengusaha. Sehingga ditemukan sebuah solusi bersama. Kita ingin juga menyatukan pemikiran dari serikat buruh, pengusaha dan pemerintah daerah untuk saling memahami kondisi yang ada, sehingga pada akhirnya pengusaha tidak rugi dan masyarakat bisa hidup dalam posisi layak”ungkap Marwan.
Soal rekruitmen tenaga kerja, Marwan meminta kepada para pengusaha untuk menambah kuota kepada para pekerja pria. Permintaan ini tegas Marwan sesuai dengan janji politiknya dan seiring dengan harapan masyarakat yang merasa miris dengan kondisi fenomena pekerja perempuan lebih mendominasi pekerja pria di hampir perusahaan di Kabupaten Sukabumi.”Dulu saya pernah menyebut kalau Kabupaten Sukabumi jangan jadi kabupaten dayus (pria kalah sama perempuan-red), salah satunya dalam bidang tenaga kerja. Jadi saya minta pihak perusahaan menambah kuota bagi kaum pria dibanding kaum perempuan,”tegasnya.
Terkait upah kerja, Marwan menegaskan kepada perusahaan agar taat memberikan hak upah sesuai ketentuan UMK yang telah disepakati bersama.”Jangan ada lagi kabar perusahaan telah bayar upah atau upah tidak sesuai UMK. Tolong pihak perusahaan lebih mengutamakan hak upah karyawannya,”harap Marwan.
Selanjutnya terkait gangguan lalulintas yang salah satunya disebabkan oleh aktivitas perusahaan, Marwan meminta pihak perusahaan agar lebih berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk terus mencari solusi kemacetan. Sehingga bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari gangguan lalulintas tersebut.(husna/hms)





