KABUPATEN SUKABUMI

Pemalak Sopir Padabeunghar Sukabumi Ditangkap

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Polsek Jampangtengah, Resor Sukabumi, berhasil mencokok enam terduga pelaku tindak pemerasan dan pengereyokan, karena kerap melakukan pemalakan berkedok menjual minuman mineral kepada sopir truk, belum lama ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, keenam pelaku tersebut sengaja diamankan petugas. Lantaran, mereka kerap membuat resah pengguna lalu lintas yang disebabkan suka memaksa dalam menjual air minum dalam kemasan botol kepada pengemudi angkutan barang dan pengguna jalan lainnya yang melintas di Jalan Raya Padabeunghar – Jampangtengah, tepatnya di Kampung Poponcol, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah pada Senin (3/2) sekira pukul 18.30 WIB.

Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin mengatakan, para pelaku ini, telah diamankan petugas setelah seorang warga yang bernama Enoh asal Kampung Sungapan, RT (26/6) Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah bersama dengan seorang kernet yang bernama Adang (49) warga Kampung Ciwelit, RT (38/8) Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah sedang mengendarai satu unit kendaraan truk kuning bernomor polisi B 9793 CH sambil mengangkut ban bekas. Setiba melintasi Jalan Raya Poponcol, tiba-tiba kendaraan yang dikemudikannya diberhentikan oleh ke enam pelaku tersebut.

“Dari keenam pelaku ini, satu diantaranya menghentikan kendaraan truk korban dengan cara berdiri di tengah jalan. Sehingga korban memberhentikan laju kendaraannya karena dikhawatirkan akan tertabrak. Setelah itu, para pelaku tersebut memaksa korban untuk membeli air minum dalam kemasan botol merk Aqua ukuran 600 mililiter dengan harga Rp5.000 per botolnya,” jelas Usep kepada Radar Sukabumi, Rabu (25/3).

Saat mereka memaksa korban untuk membeli air minuman itu, para pelaku telah membentak dengan kata-kata kasar. Namun, korban tidak membelinya karena ia hanya memiliki uang sebesar Rp2.000. Sehingga akhirnya korban memberikan uang tersebut kepada salah seorang pelaku tersebut. Tidak lama kemudian para pelaku itu, melakukan pemukulan terhadap korban. “Pelaku ini, telah memukul korban pada bagian wajah sebelah kanannya, sehingga korban mengalami luka memar. Setelah itu, mereka langsung memukul kendaraan korban,” paparnya.

Setelah dianiaya, ujar Usep, para pelaku tersebut langsung menyruh korban pergi untuk melanjutkan perjalanannya mengirim ban bekas menuju ke pabrik pengapuran CV Makmur Jaya yang berada di Kampung Ciembe, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah. Setiba di lokasi pabrik, tidak lama kemudian datang tiga orang pelaku tersebut dan menghampiri korban kembali dengan cara menyusulnya dengan menggunakan sepeda motor sebanyak dua unit. “Waktu itu, ketiga pelaku tersebut meminta uang secara paksa kepada korban sebesar Rp100.000. Karena merasa takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan, akhirnya korban meminjam uang sebesarRp100.000 kepada salah seorang pekerja pabrik pengapuran yang bernama Pendi,” ujarnya.

Setelah itu, uang tersebut langsung diberikan kepada ketiga pelaku tersebut. Setelah menerima uang, kemudian salah satu dari pelaku tersebut mengatakan kata-kata tidak baik. “Jug sia rek bebeja ka sofyan Bhabinkamtibmas Padabeunghar atau ka bos maneh teu sien aing mah. Setelah mengatakan hal itu, mereka langsung meninggalkan tempat kejadian,” timpalnya.

Setelah korban membuat laporan, petugas Reskrim Polsek Jampangtengah langsung memburu keenam pelaku tersebut. Tidak lama setelah itu, keenam pelaku ini, langsung dicokok petugas di rumahnya masing-masing dan langsung digiring petugas ke Mapolsek Jampangtengah untuk mendapatkan pemeriksaan yang intensif. “Kami selain menciduk pelaku, juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp466.000,” bebernya.

1 2Laman berikutnya
Tags
loading...

One Comment

  1. Untuk berita klo cari fakta dan kterangan yg lengkap dong
    Knp gk d usut juga itu pengiriman ban bekas buat apa…itu untuk pembakaran d pengapuran dan sangat berbahaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button