KABUPATEN SUKABUMI

Pantai Palabuhanratu Masih Jadi Idaman Belibur

SUKABUMI — Memasuki adaptasi kebiasaan baru (AKB), sejumlah lokasi destinasi objek wisata di pantai Selatan Sukabumi, mulai ramai dikunjungi para wisatawan. Bahkan, arus balik wisatawan di sejumlah pantai yang ada di Kecamatan Palabuhanratu, Cikakak, hingga Kecamatan Cisolok, membuat arus lalu lintas macet satu arah dari arah Cisolok menuju Palabuhanratu, Minggu (28/6).

Seorang wisatawan lokal, Desma Munita (28) asal Kampung Tanjakanlengka, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar mengatakan, pihaknya bersama teman-temannya sengaja datang untuk berkunjung ke lokasi wisata pantai Selatan Sukabumi.

Lantaran, ia mengaku sudah jenuh berlama-lama berdiam diri di rumahnya saat penerapan PSBB paa pandemi Covid 19. “Iya, makanya setelah mengetahui PSSB dicabut dan berubah menjadi AKB, kami bersama teman-teman langsung berwisata ke pantai Selatan Sukabumi,” kata Desma kepada Radar Sukabumi, Kamis (28/6).

Saat dirinya berwisata ke pantai Selatan Sukabumi, banyak wisatawan yang bermain pasir di pantai maupun yang berenang di laut. Bahkan, kemacetan terjadi sekitar 10 kilometer mulai dari ruas jalan raya Cimaja hingga Alun-alun Palabuhanratu.

“Kemacetan terjadi sejak siang tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Masyarakat Sukabumi maupun daerah sekitarnya sudah ingin kembali berwisata. Hal ini diharapkan berdampak baik pada geliat ekonomi masyarakat. Namun tetap dalam koridor pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Manajer Marketing Inna Samudra Beach Hotel (SBH) Palabuhanratu, M Sabur mengatakan, manajeman Inna Samudra Beach Hotel Palabuhanratu sudah berupaya maksimal untuk memasuki AKB agar para wisatawan dapat nyaman saat berkunjung ke SBH.

“Sekarang sudah mulai bergeliat dan banyak peningkatan pengunjung, meskipun belum sampai 100 persen. Di hari biasa 25 sampai 30 persen. Sementara di weekend 70 sampai 80 persen peningkatannya,” katanya.

Untuk persiapan tambahan pada AKB ini, Inna Samudra Beach Hotel Palabuhanratu kini telah menyediakan fasilitas berupa samudra laonge dan karaoke yang ada di lantai dasar.

“Jadi sejauh ini, manajeman sudah menerapkan protokoler kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Seperti menggunakan masker, sarung tangan, penutup wajah, baik di resepsionis, barista sampai OB.

Selain itu, pada masa fase AKB ini juga majaneman telah telah memperkerjakan kembali karyawan yang sempat dirumahkan,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button