Petani Cicurug Buktikan Keunggulan Pertanian Organik, Panen Melonjak Dua Kali Lipat
SUKABUMI – Di tengah ancaman krisis iklim, kelompok tani di Kampung Cipari, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berhasil membuktikan keunggulan pertanian organik. Dengan pendampingan kelompok Indonesia Wahana Agrikultur Natural (IWAN), mereka sukses memanen padi varietas Kebuli tanpa pupuk dan pestisida sintetis.
Hasilnya mencengangkan. Produktivitas lahan melonjak hingga 100 persen dibandingkan metode konvensional. Dari lahan seluas 1.000 meter persegi, panen yang biasanya hanya 250–300 kilogram kini meningkat menjadi 600–700 kilogram per musim tanam. Masa tunggu panen pun lebih singkat, dari empat bulan menjadi 3 bulan 10 hari.
Gery Dwi Samudra (24), petani milenial penggerak lapangan, menyebut transisi ke pupuk organik membuat tanaman lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan serangan hama.
“Secara kualitas dan kuantitas jauh lebih baik. Tanaman lebih kuat dan tidak mudah terserang hama,” ujarnya, Selasa (6/1).
Pembina IWAN, Iwan Heryawan (63), menegaskan esensi pertanian organik adalah pemulihan kesehatan tanah yang lama terdegradasi bahan kimia.
“Tujuan kita menaikkan kualitas tanah dari pH 5–6 ke level ideal 7–9. Ini bukan hanya soal panen hari ini, tapi masa depan pertanian kita,” jelasnya.




